jatimnow.com
Ini Kesimpulan Penyebab Ambruknya Atap Pasar Somoroto Ponorogo

Pasar Somoroto Ponorogo yang ambruk di bagian atap

jatimnow.com - Tim Pengawal Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) menyebut jika atap teras di sisi timur Pasar Somoroto Ponorogo yang ambruk sepanjang 20 meter diduga karena beban yang berat.

"Setelah kami kumpulkan seluruh pihak membahas ambruknya atap Pasar Somoroto, kesimpulannya teras di sisi timur itu kelebihan beban," ujar Ketua TP4D Kejari Ponorogo, Kundrat Mantolas, Sabtu (24/8/2019).

Baca juga: 

Hotel Sahid Surabaya 2222 Best Wedding Dates

Ia menyebut jika rapat yang digelar tertutup tersebut diikuti pejabat pembuat komitmen (PPK) dari Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdakum), PT Anggaza Widya Ridhamulia (PT AWR) selaku pelaksana, serta pengawas dan konsultan perencana.

Dari pertemuan ini, pengawas proyek senilai Rp 5,3 miliar itu menyatakan tidak ada kelalaian yang dilakukan PT AWR dalam membangun atap di sisi timur Pasar Somoroto.

Pihak konsultan perencana, kata Kundrat, juga mengatakan bahwa hasil pekerjaan PT AWR telah sesuai dengan spesifikasi desain.

"Dari awal, atap yang dibangun di teras sisi timur itu memang tidak didesain spesial. Konstruksi atapnya tidak didesain menahan beban yang berat. Hanya menahan air hujan," urainya.

Sementara dari hasil pemeriksaan di lapangan, atap menahan beban yang lebih berat dari yang sudah didesain. Pedagang setempat, lanjut Kundrat, diketahui memasang terpal dan tiang-tiang bambu.

"Panjang terpal itu mencapai 31 meter lebih. Ini menambah beban atap yang memang sejak awal didesain tidak menahan beban berat," ujar Kasi Intel Kejari Ponorogo itu.

TP4D lantas merekomendasikan perbaikan dan PT AWR masih berkewajiban menangani segala kerusakan di Pasar Somoroto sampai setidaknya Januari 2020 karena masuk dalam masa pemeliharaan.

TP4D juga berharap Disperdakum dapat ikut mengawal pemanfaatan Pasar Somoroto Ponorogo.

 

Loading...

 

 

 

Berita Terkait