Cerita Horor YouTuber saat Telusuri Lokasi KKN di Desa Penari

Editor: Narendra Bakrie / Reporter: Hafiluddin Ahmad

YouTuber Mirror Geng saat menelusuri lokasi yang diangkat dalam cerita horor KKN di Desa Penari

jatimnow.com - Lokasi dalam cerita horor KKN di Desa Penari atau #kkndidesapenari masih menjadi misteri. Meski akun Twitter @simpleM81378523 yang mengangkat cerita ini sudah menyampaikan klarifikasinya, sejumlah YouTuber masih mencoba menelusuri lokasi cerita tersebut.

Salah satu akun YouTube yang melakukan penelusuran atas cerita horor tersebut yaitu Mirror Genk. Sejumlah lokasi di Banyuwangi yang dianggap YouTuber ini punya kemiripan, mereka eksplore. Termasuk, mendatangi Perkebunan Darungan, Desa Bayu, Kecamatan Songgon, yang awalnya dikaitkan dengan cerita KKN di Desa Penari.

Mirror Genk beranggotakan empat orang yaitu Septian (26), Hisom (27), Wahyu (29) dan Deni (25). Mereka melakukan investigasi untuk mengungkap lokasi cerita KKN di Desa Penari, pada Kamis (29/8/2019) sore hingga malam.

Septian bercerita, saat mengunjungi Rowo Bayu di Desa Bayu, ia dan ketiga temannya mengaku mendapatkan petunjuk dari seorang warga, bahwa ada sebuah perkampungan di perkebunan yang berawalan huruf D, yaitu Darungan. Menurutnya, Kampung Darungan itu sudah tidak ada sejak 10 tahun lalu, atau tepatnya sejak tahun 2009.

Baca juga:  

"Kami bertanya tanya kepada warga setempat, apakah ada perkampungan lagi di atas Rowo Bayu? Dan dijawab memang ada, tapi sudah tidak berpenghuni lagi," kata Septian didampingi tiga temannya kepada wartwan di sebuah warung di Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, Rabu (2/9/2019).

Atas jawaban seorang warga itulah, keempat pemuda ini menuju lokasi yang dimaksud. Wahyu mengaku, banyak kemiripan antara Kampung Darungan yang tidak berpenghuni lagi dengan versi cerita KKN di Desa Penari tersebut.

Petunjuk yang mengarah ke kampung tersebut, kata Wahyu, dari foto petilasan pertapaan Prabu Tawang Alun, lalu Kampung D. Kemudian waktu tempuh dari kota B ke Desa Bayu sekitar 2 jam. Dari pintu masuk Wana Wisata Rowo Bayu di Desa Bayu menuju Kampung Darungan, sekitar 1,5 kilometer.

"Kami berempat waktu itu menggunakan tiga sepeda motor. Berangkat jam tiga sore. Jalan ke Kampung Darungan cukup menantang dan terjal," ujarnya.

Di sebuah bangunan tak berpenghuni di Perkebunan Darungan, mereka menemukan sejumlah gambar, termasuk ular dan seseorang yang berwajah seperti seorang prabu. Kemudian ada gambar adegan mesum pada tembok rumah tersebut.

"Kami meyakini, kemiripan tempat itu dengan cerita KKN di Desa Penari hampir mendekati 80 persen. Tapi si penulis kan menyebutkan bahwa cerita ini fiksi, jadi kita pun juga ikut berimajinasi pula," ungkap Wahyu.

Menurut Wahyu, pada Perkebunan Darungan terletak di kawasan KRPH Perhutani Banyuwangi Barat itu, terdapat sekitar 10 rumah.

"Salah satu rumah di sana ada pintu pagarnya, kemungkinan itu bekas sebuah kantor yang tidak digunakan lagi. Kami masih penasaran kenapa kampung atau desa itu ditinggalkan penghuninya," tambahnya.

Dalam perjalanan menuju Perkebunan Darungan, keempat pemuda ini bertemu beberapa warga yang sedang menyadap getah pinus dan mencari rumput. Mereka juga sempat mengupas informasi keberadaan Kampung Darungan yang sesungguhnya. Suasana mistis mereka rasakan, mulai suara angin hingga suara-suara yang aneh di telinga mereka.

"Kami sampai di sana itu sudah sore. Seluruh perjalanan kami dokumentasikan. Pas men-scan video di sekitar rumah itu ada video yang blank, durasinya 4 menitan," aku Wahyu.

Kejadian aneh pun dialami Deni, sesaat sebelum meninggalkan bekas perkampungan penduduk itu, ketika dirinya buang air kecil.

"Kagetnya, saat buang air kecil itu tiba-tiba ada seorang laki-laki datang secara misterius tepat di belakang Deni. Padahal, para rombongan itu juga tidak mengetahui dari mana datangnya," sebut Deni.

"Ketika saya ajak bicara, orang itu membisu, kemudian saya lari menyusul teman-teman tadi. Anehnya teman-temen juga tidak tahu datangnya orang itu, dan kami pun meninggalkan wilayah itu," ujar Deni.

Kejadian aneh terulang kembali, mereka berempat sempat bingung arah pulang menuju pintu masuk Wana Wisata Rowo Bayu.

"Ketika sedang panik itu, suara misterius terdengar dengan nada teriak 'ngetano', (berjalan menuju ke arah timur). Untungnya setelah itu terlihat cahayu lampu dan kami ikuti," tambahnya.

Sementara itu Hisom mengatakan bahwa ketiga temannya sepulang dari Kampung Darungan mengaku terkena pilek. Meski begitu, bersama timnya akan melanjutkan penelusuran di mana sebenarnya lokasi KKN di Desa Penari tersebut.

"Kami sudah berhasil menelusuri Rowo Bayu, Desa Kemiren dan rencananya kami akan melanjutkan di Kawasaan Alas Purwo," tutup Hisom.

Sebelumnya, Kepala Desa Bayu Sugito menyatakan bila desanya tidak ada kaitannya dengan cerita horor KKN di Desa Penari tersebut. Dia juga menyebut bahwa di desanya ada wilayah bernama Pendarungan atau Darungan. Namun, wilayah itu bukan kawasan hutan, melainkan sebuah perkebunan yang ada di Bayu Lor.

"Tidak ada alas Pendarungan atau alas Darungan. Yang ada Perkebunan Darungan masuk Bayu Lor. Di sana tidak ada kehidupan manusia yang tinggal menetap," jelasnya kepada jatimnow.com, Jumat (30/8/2019).


jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter