Cukai Rokok Naik 23 Persen, Ini Sikap Pekerja dan PKB

Editor: Sandhi Nurhartanto / Reporter: Achmad Supriyadi

Dita Indah Sari dalam acara rembuk pekerja buruh rokok

jatimnow.com - Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) menanggapi serius rencana Kementerian Keuangan yang akan menaikkan cukai rokok sebesar 23 persen dan Harga Jual Eceran (HJE) 35 persen pada Januari 2020 mendatang.

Ketua DPP PKB Bidang Ketenagakerjaan dan Migran, Dita Indah Sari mengatakan kenaikan yang besar akan menimbulkan persoalan serius bagi industri pertembakauan serta menekan tingkat konsumsi dan akan menggerus produksi.

"Rencana kenaikan cukai rokok ini akan banyak merugikan petani tembakau, pengusaha rokok dan yang penting para buruh dan pekerja pabrik rokok," katanya, Minggu (22/9/2019).

Ia meminta pemerintah tidak menaikkan besaran cukai yang direncanakan Kementerian Keuangan karena berefek domino terhadap pekerja, industri kecil menengah, pertembakauan serta petani tembakau.

"Kami mengerti pemerintah membutuhkan pemasukan yang lebih besar untuk membiayai keuangan negara yang memang dalam keadaan defisit. Kami setuju ada kenaikan cukai, tapi besarannya yang kami tidak setuju. Kami harapkan kenaikannya berkisaran sekitar 12 sampai 15 persen," jelasnya.

DPP PKB akan terus memperjuangkan hal itu melalui lewat wakil-wakilnya sebanyak 58 di DPRD Pusat dan akan komitmen memperjuangkan nasib petani tembakau, pekerja rokok dan pengusaha rokok.

Dita berharap, wakil-wakilnya yang berada di DPRD daerah Jatim terus mengaviliasi di internal parlemen Jatim dan berhasil memperjuangkan aspirasi konstituen.

"Dampak buruknya akan terjadi kenaikan harga jual rokok eceran sebesar 35 persen, dengan kenaikan itu maka konsumsi rokok dipastikan akan berkurang drastis. Kalau konsumsi rokok berkurang maka perusahaan pabrikan rokok akan mengurangi tenaga kerja dan akan mengurangi pembelian tembakau dari petani, jika kalaupun laku harganya buruk," tukasnya.

Dita menjelaskan, DPP PKB setuju pemerintah akan mengkampanyekan agar anak usia dini tidak merokok, namun caranya tidak menaikkan cukai tapi dengan sosialisasi bahaya merokok.

"Caranya harus terus sosialisasi atau kampanye bahaya merokok kepada anak usia dini dan penegakan hukumnya jadi bukan lewat kenaikan cukainya," bebernya.

Sementara, Mustain pekerja pabrik rokok berharap, agar rencana kenaikan cukai dibatalkan oleh pemerintah karena efeknya sangat merugikan yang kompleks.

"Kalau tahun-tahun kemarin cuma 8 hingga 10 persen. Dengan dalih tahun kemarin tidak naik, kenapa tahun ini kenaikannya di rapel. Nasib pekerja nanti seperti apa jika tidak ada jaminan dari pemerintah," tandasnya.


jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter