jatimnow.com
Water Barrier Gerak Sendiri di Tol Pandaan, Jasa Marga: Bukan Mistis

Tol Pandaan-Malang

jatimnow.com - Operator Tol Pandaan-Malang menyebut jika angin kencang yang menyapu 3 water barrier di KM 65.800/B pada Senin (28/10/2019) malam lalu adalah angin musiman.

"Kencangnya angin yang menyapu 3 water barrier (kosong) kemarin ini memang musimnya angin. Jadi bukan soal mistis," tegas Humas PT Jasa Marga Tol Pandaan-Malang, Agus Tri Antio.

Baca juga: 

Hotel Sahid Surabaya 2222 Best Wedding Dates

Menurutnya, kejadian angin tersebut juga dirasakan pekerja yang mengerjakan proyek pembangunan rest area di KM 65.800/B.

"Saat dibukanya Tol Pandaan-Malang secara fungsional dulu (masih gratis), angin kencang sempat terjadi. Akibatnya, tenda-tenda yang telah dipasang vendor di proyek rest area terbang semua," ujarnya.

Ia memaparkan, lokasi tersebut berada di pertemuan antara jalan tol yang membelah bukit dan area terbuka diduga membuat angin berhembus kencang.

"Demi kenyamanan dan kewaspadaan para pengguna jalan, kami akan merencakan penambahan rambu-rambu yang berfungsi sebagai pengingat, agar waspada terhadap angin kencang," ujarnya.

Penambahan rambu-rambu tambahan akan dilakukan operator di KM 67 hingga KM 62 yang masuk Kecamatan Purwosari dan Sukorejo Kabupaten Pasuruan.

Pemasangan rambu-rambu tersebut nantinya akan bertuliskan tentang kewaspadaan para pengendara akibat angin kencang.

"Untuk pemasangan rambu (waspada angin) kencang, tentunya akan kita koordinasikan dengan Dishub dan Polisi terlebih dahulu," lanjutnya.

Secara spesifik, Agus memperkirakan jika pemasangan rambu-rambu itu selisih 500 meter sebelum rambu-rambu lainnya yang sudah terpasang.

"Selain angin, di KM 67 sampai 62 ini sebelumnya sudah terpasang rambu-rambu 'awas banyak kabut'. Jumlahnya (rambu) mungkin nanti ada 2, di jalur A dan B," ungkapnya.

Selain itu, penggantian water barrier yang kosong akibat bocor di dekat lokasi proyek, sudah diganti oleh pihak PT Jasa Marga.

Loading...

"Dari 10 water barrier di KM 65.800/B itukan ada 3 yang bergerak. Itu yang bocor. Dan 3 tersebut sudah kami ganti yang baru," tambahnya.

Sebagai bentuk antisipasi agar kejadian water barrier bocor bergerak tersapu angin ke tengah jalan, pihak operator akan menambahinya dengan pasir.

"Jadi water barriernya dalamnya kami masuki pasir. Jadi seumpama terjadi kebocoran, water barrier tidak akan bergerak disapu angin karena ada pasir yang jadi pemberatnya," tukasnya.

Berita Terkait