jatimnow.com
378 Ton Kopi Robusta Banyuwangi Diekspor ke Italia hingga Inggris

Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko melepas ekspor 378 ton kopi robusta ke Italia, Jepang dan Inggris

jatimnow.com - Kabupaten Banyuwangi kembali mengekspor produk kopi andalannya, yaitu jenis robusta. Sebanyak 378 ton kopi robusta diekspor ke Italia, Jepang dan Inggris.

Manajer Kebun Kaliselogiri, Benny Hendricrianto mengatakan, kopi robusta yang diekspor adalah kopi yang memiliki kualitas 'mutu satu' dalam bentuk green bean.

"Hari ini dari jumlah 378 ton, Italia menjadi negara dengan porsi pengiriman terbesar yakni 324 ton, Inggris 36 ton dan Jepang 18 ton," ujar Benny, Rabu (4/12/2019).

Hotel Sahid Surabaya 2222 Best Wedding Dates

Benny menambahkan, Kebun Selogiri ini dikelola PT Perkebunan Nusantara XII yang selama ini rutin mengekspor kopi. Seperti tahun lalu yang juga mengekspor ke Italia, Inggris, Jepang dan Swiss.

Ia optimistis tahun depan mampu meningkatkan produktivitas lahan, sehingga dapat mengerek volume ekspor.

"Dengan kondisi pembungaan saat ini yang cukup bagus, kita tinggal menunggu hujan untuk mengairi lahan. Dengan demikian, kita berharap tahun depan produktivitasnya bisa meningkat menjadi 1 ton/hektar dari posisi sekarang sekitar 800 kg/hektar. Kita juga bisa mengupayakan dengan pemeliharaan tanaman yang baik dan memperhatikan kesehatan tanaman," urainya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas terus mendorong para pelaku usaha pertanian dengan berbagai subsektornya di Bumi Blambangan untuk merambah pasar luar negeri.

"Setelah beras organik tembus Italia, berbagai produk hortikultura seperti manggis dan juga komoditas perikanan ekspor ke banyak negara, kopi Banyuwangi meneguhkan eksistensinya sebagai produk unggulan berkualitas ekspor," jelas Bupati Anas.

Pada 2019, produksi kopi dari seluruh perkebunan di Banyuwangi diprediksi bisa mencapai 3.990 ton. Dari produksi tersebut, yang diekspor 3.192 ton. Negara tujuannya mulai dari Amerika Serikat, Italia, Jepang, Saudi Arabia, Qatar hingga Mesir.

"Kami bersyukur bahwa di tengah tantangan ekonomi yang ada, tekanan perlambatan ekspor, berbagai komoditas Banyuwangi masih mendapat tempat di pasar luar negeri," paparnya.

Loading...

Sementara itu, Wabup Banyuwangi Yusuf Widyatmoko menyebut, untuk peningkatan kualitas tanaman dan produktivitas kopi, Pemkab Banyuwangi melakukan pelatihan peningkatan kompetensi kepada petani kopi, mulai dari pelatihan budidaya hingga pascapanen.

"Saya harap kualitas kopi di Banyuwangi terus meningkat agar permintaan pasar luar negeri terus bertambah," ujarnya.

Berita Terkait