Kisah Bocah Kelas 2 SD di Ponorogo Ditelantarkan Orangtuanya

Editor: Budi Sugiharto / Reporter:

Yoga/Istimewa

jatimnow.com - Media sosial dihebohkan kabar adanya anak terlantar penuh luka di Jalan Baru, Kelurahan Tonatan, Ponorogo.

Awalnya, akun bernama Anton ShiGen grup Facebook Info Cegatan Wilayah Ponorogo (ICWP) memberikan informasi "Mesakne lur.. Tak tekoni jenenge yoga omahe purbusoman. Sikile tatu kbh. Di seneni wong tuane arep tak terkecuali mulih ora gelem tak Sangking 50 njaluk 15 ewu. Kelueen lur.sing rumongso ndue anak Iki. Posisi Saiki Ng ngarep sekolahan TK dalan anyar.suwuuun".

atau "Kasihan lur.. Tak tanya, namanya Yoga, rumahnya Kelurahan Purbosuman. Kakinya luka semua. Dimarahi orang tuanya. Mau saya antar pulang tidak mau. Tak kasih uang Rp 50.000 minta Rp 15.000. kelaparan kur. Yang merasa punya anak ini, posisi sekarang di depan sekolahan TK jalan baru, Kelurahan Tonatan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo. Terimakasih".

Informasi itu mengundang reaksi netizen. Kapolsek Ponorogo Kota, AKP Lilik Sulastri pun bergerak cepat. Anggotanya yang dikerahkan menjumpai Yoga di Jalan Baru atau 3 Km dari rumahnya di Jl Kumbokarno.

"Sudah kami antarkan ke rumahnya Jalan Kumbokarno. Tapi orangtuanya tidak ada juga," ujar AKP Lilik, Senin (30/4/2018).

"Tapi yang perlu kami luruskan bukan terluka karena dihajar oleh orangtuanya. Itu jatuh bermain sepeda," tambah AKP Lilik.



Anak itu bernama Yoga (8),  duduk di bangku kelas 2 SDN Bangunsari 2. Kedua orangtuanya berpisah. Sang ibu kembali ke asalnya, Manado, Sulawesi Utara. Ayahnya yang bernama Suroso juga tinggal di tempat lain.

Yoga tinggal bersama kakaknya, Ratna (15) di Jalan Kumbokarno. Rumah yang ditinggali itu berada di belakang rumah milik adiknya bapaknya, Bulik Yog. Dua saudaranya memilih ikut ibunya.

AKP Lilik juga bertemu Suroso yang kebetulan sedang di Jalan Kumbokarno. AKP Lilik mencoba berbicara dari hati ke hati dengan bapak bocah tersebut.

"Saya sudah berbicara. Dan memang benar anak bernama Yoga korban broken home. Ayahnya sempat menjadi orang berada tapi kemudian jatuh. Ibunya  kabur  dan  ayahnya memilih meninggalkan anaknya, memilih kos," jelas AKP Lilik.

Solusinya, lanjut ia, si anak akan dimasukkan panti asuhan agar mendapat perhatia.

"Kami masukkan ke panti asuhan saja. Tadi sudah saya temui ayahnya. Dan ayahnya menyetujui. Karena merasa tidak sanggup merawat dan menghidupinya," pungkasnya.

Reporter: Mita Pramita
Editor: Budi Sugiharto









jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter