jatimnow.com

Ini Langkah Petambak Jaga Budidaya Udang Vaname

Editor : Sandhi Nurhartanto Reporter : Farizal Tito
Petambak udang vaname belajar di Pasuruan 🔍
Petambak udang vaname belajar di Pasuruan

jatimnow.com - Cuaca ekstrem membuat petambak udang vaname merasa khawatir. Di saat yang sama, mutu lingkungan dan air di kolam budidaya udang vaname juga terus menurun.

Para petambak di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah melakukan study banding ke kampung Juara, Desa Gerongan, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan yang dinilai mampu menjaga stabilitas mutu dan kuantintas hasil budidaya udang vaname.

"Perubahan lingkungan yang tidak bisa terkendali (fluktuasi suhu), memiliki implikasi kuat pada penurunan sistem imun dan kemampuan sekresi enzim oleh udang secara alami. Ini memicu tidak maksimalnya udang dalam mencerna pakan yang sudah diberikan," ujar Ahmad Arif, selaku Founder Teknologi Juara di Pasuruan, Senin (2/3).

Loading...

"Bukan hanya kualitas udangnya saja yang menurun, tapi juga ada efek beruntun yang merusak lingkungan," imbuhnya.

Ia menjelaskan, teknologi juara yang diterapkannya mampu menjaga kualitas air dengan melakukan pengolahan material dari sisa pakan dan kotoran dari udang yang ada di dasar tambak.

Selain itu juga meningkatkan serapan pakan buatan pada udang sehingga akan lebih optimal. Itu dibuktikan di tambak-tambak Desa Gerongan yang merupakan binaan dari PT Juara Biolife Solution.

Teknologi ini mampu merombak material organik terdiri protein, lemak, karbohidrat itu menjadi gugus pendek yang nantinya dapat di konsumsi ulang oleh udang atau sebagai makanan bagi pakan alami udang.

"Ada enzym yang kami beri nama Juara, ini membuat pengolahan tuntas dan cepat dengan merubah nitrit menjadi nitrat, N2 dan H2O. Selain itu juga didesain produk yang dapat menjaga stabilitas kondisi lingkungan tambak agar tidak terjadi fluktuasi tinggi. Seperti diketahui, udang sangat rentan dengan perubahan suhu, pH dan kualitas air yang cukup besar," jelasnya.

Enzim yang dibutuhkan udang ini merupakan jenis organik yang terdiri dari gabungan dari prebiotik, probiotik, enzym dan substrat.

Secara spesifik akan mengoptimalkan kerja enzym, chellate, garam alkali dan vitamin yang dibutuhkan. Sampah organik dari perairan tambak yang berasal dari sisa pakan, feses, moulting akan dengan cepat dapat di degradasi agar tidak berbahaya bagi lingkungan perairan tambak.

"Perubahan akan terasa dalam jangka waktu pendek sekitar 30 hari. Plankton dan PH stabil. Alkalanitas tidak turun dan kondisi kolam jauh lebih nyaman," lanjutnya.

 

Loading...