jatimnow.com

Pasien Corona yang Meninggal di Solo Dipastikan Warga Magetan

Editor : Sandhi Nurhartanto Reporter : Mita Kusuma
Bupati Magetan, Suprawoto memberikan keterangan pers di rumah dinas 🔍
Bupati Magetan, Suprawoto memberikan keterangan pers di rumah dinas

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan memastikan belum menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) pasca meninggalnya seorang pasien positif Corona di Solo, Jawa Tengah yang dimakamkan di Magetan.

"Di Kabupaten Magetan sendiri masih sangat kondusif. Memang yang meninggal warga Magetan tapi terkenanya bukan di sini," kata Bupati Magetan, Suprawoto, Sabtu (14/3/2020).

Baca juga: Satu Pasien Corona Meninggal di Solo, Gubernur Jatim: Tak Perlu Panik

Loading...

Ia menjelaskan jika penetapan KLB itu ada syaratnya. Suprawoto meng klaim jika saat ini kondisi Magetan masih jauh dari syarat untuk ditetapkan KLB.

"KLB itu ada syaratnya. Kita masih pelajari nampaknya belum mengarah ke situ, tapi kewaspadaan kita jaga,” ujarnya di rumah dinas bupati.

Dia mengatakan jika pemerintah saat ini telah mengambil langkah penanganan agar kasus virus corona tidak merebak di Magetan.

Masyarakat diharapkan lebih meningkatkan cara hidup sehat dengan menjaga kondisi tubuh dan sering melakukan cuci tangan serta menjaga kebersihan lingkungan.

"Corona berbahaya, tetapi ada penyakit yang jauh lebih berbahaya seperti SARS tahun 2003 itu (kematian) 11 persen, kemudian MERS 2012 itu 37 persen dan corona ini masih 2 hingga 3 persen,” ucapnya.

Pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RDUD) Dr Moewardi Solo itu berusia 59 itu sebelumnya dirujuk pada tanggal 8 Maret 2020.

Pasien dinyatakan positif terjangkit virus corona (covid-19) dan meninggal pada Rabu (11/3/2020). 

Loading...