Pixel Code jatimnow.com

7 Warga Ponorogo Positif Corona, 2 di Antaranya PNS Dinas Kesehatan

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Mita Kusuma
Ilustrasi pasien Covid-19
Ilustrasi pasien Covid-19

jatimnow.com - Pasien positif Virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Ponorogo bertambah 7 orang, sehingga total menjadi 31 orang hingga hari ini, Sabtu (30/5/2020).

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni mengatakan bahwa dari 7 pasien positif Covid-19, dua di antaranya adalah pegawai negeri sipil (PNS) di dinas kesehatan (dinkes).

"Saya harus menyampaikan dengan sangat berat hati. Ada tujuh pasien baru terkonfirmasi positif Corona. Dua di antaranya adalah PNS di dinkes," ujar Bupati Ipong dalam rilis yang diterima jatimnow.com.

Bupati Ipong menambahkan, dua PNS tersebut merupakan petugas dinas kesehatan yang sehari-hari bekerja di lapangan. Besar kemungkinan petugas tertular saat menjalankan tugasnya.

Untuk tiga pasien lainnya ada yang mempunyai riwayat gagal ginjal, jantung coroner. Ada pula yang pulang pergi Jombang-Ponorogo untuk bekerja.

"Untuk dua PNS dan tiga lainnya semuanya berstatus orang tanpa gejala (OTG)," tambahnya.

Lalu ada pasien yang mempunyai riwayat kontak erat dengan pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal dunia. Pasien tersebut merupakan penjual empon-empon. Terakhir adalah pasien kiriman dari Surabaya yang sehari-hari tinggal di Pasuruan, tetapi asli ponorogo.

Baca juga:
PNS di Sumenep Sempat Buang Sabu dari Tangannya saat Disergap Polisi

Bupati Ipong menyebut bahwa dari 7 pasien itu didapati tracing 39 orang. Setelah dirapid test, semuanya hasilnya non reaktif.

Sementara dari 7 pasien positif Covid-19 itu, 6 di antaranya adalah hasil dari rapid test massal sebanyak 654 orang yang dilakukan Pemkab Ponorogo.

"Saat itu yang reaktif 81 orang. Semuanya diswab dengan hasil 6 positif," tegasnya.

Baca juga:
Ada PNS Terlibat Narkoba, Pemkab Bangkalan Belum Terapkan Tes Urine Pegawai

Atas dasar itu, Bupati Ipong mengajak warga tetap disiplin dan patuh terhadap protokol kesehatan. Rajin cuci tangan dengan sabun, pakai masker, menjaga jarak atau physical distancing. Kemudian selalu gembira dan jangan panik.