Pixel Code jatimnow.com

Pandemi Covid-19

Kreatif, Seorang Pedagang Pentol di Gresik Jualan Sambil Nge-DJ

Editor : Sandhi Nurhartanto   Reporter : Sahlul Fahmi
Soleh, penjual pentol di Gresik
Soleh, penjual pentol di Gresik

jatimnow.com - Hidup harus kreatif jika ingin tetap eksis. Setidaknya itulah yang ditunjukkan oleh Soleh, seorang pedagang pentol keliling yang biasa menjajakan dagangannya di sekitar kawasan Pasar Gresik.

Sejak wabah Virus Corona atau Covid-19 merebak, ia menyulap gerobaknya dengan memberikan tambahan sound system dan mike sound. Selain itu Soleh juga memutarkan musik remix sambil nge-disc jockey (DJ).

Pria asal Kecamatan Panceng, Gresik, tersebut mengaku melakukan inovasi pada gerobaknya karena sejak wabah corona penjualan usahanya terus menurun.

"Saat mulai ada wabah corona, penjualan merosot drastis. Saya kemudian putar otak gimana cara agar dagangan kembali ramai. Kemudian saya punya ide untuk menjadikan gerobak layaknya meja dj," kata Soleh, Kamis (4/6/2020).

Baca juga:
Pedagang Kambing Kurban Jember Nginap di Kuburan Akui Kerap Lihat Hantu

Tak sia-sia, usahanya tersebut menuai hasil. Penjualan pentolnya dari hari ke hari kian meningkat. Bahkan dirinya mengaku penjualannya kini mengalami peningkatan yang signifikan.

"Ternyata inovasi yang saya lalukan dapat menarik banyak pelanggan yang kebanyakan adalah ibu-ibu dan anak-anak. Kalau omzetnya naik hampir 100 persen jika dibanding sebelum ada wabah," beber pria 40 tahun itu.

Baca juga:
Pedagang Kambing Kurban Jember Rela Nginap di Kuburan Demi Cuan

Soleh mengungkapkan meski dirinya telah mengeluarkan modal tambahan untuk peralatan musik, namun ia tetap mempertahankan harga, ukuran dan rasa pentol yang dijualnya.

"Harga tetap Rp 500 per pentol. Saya tidak mau menaikkan harga dan mengurangi ukuran dan rasanya supaya pelanggan tetap puas. Alhamdulillah tiap hari pelanggan terus bertambah," beber pria yang kini memiliki nama populer DJ Sule 87 itu.

Mencari Pemimpin Millenial untuk Surabaya
Jatim Memilih, Politik

Mencari Pemimpin Millenial untuk Surabaya

"Millenial perlu ruang, dan pengetahuan politik. Mereka butuh sosialisasi sehingga bisa memilih pemimpin yang tepat," ucap mantan Ketua PSI Surabaya, Erick Komala.