Pixel Code jatimnow.com

Dua Tahun Diburu, Bandit Pecah Kaca Mobil Dibekuk saat Asyik Nongkrong

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Farizal Tito
Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya menangkap buron bandit pecah kaca mobil
Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya menangkap buron bandit pecah kaca mobil

jatimnow.com - Diburu dua tahun, bandit pecah kaca mobil bernama Engel alias Abeng (35) warga Jalan Kandangan, Surabaya akhirnya dibekuk. Dia ditangkap Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya di rumahnya.

Abeng ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO) alias buronan setelah teridentifikasi beraksi di Jalan Raya Made, Lakasantri, Surabaya pada 2018.

Saat itu dia beraksi bersama Kiki dan Usin, warga Sumatera Selatan ditangkap lebih dulu oleh Polsek Lakasantri.

Komplotan bandit ini melakukan pencurian dengan modus pecah kaca mobil dan mengambil barang berharga milik korban Hartonigio (48), warga Rungkut Mapan Tengah, Rungkut, Surabaya.

Setelah berhasil dan menikmati hasil kejahatannya, Abeng mendengar kabar dua rekannya ditangkap. Abeng kemudian kabur dan bersembunyi di beberapa kota untuk menghindari kejaran polisi. Saat merasa aman, ia kembalikan ke rumahnya.

Baca juga:
Pelaku Spesialis Pecah Kaca Truk asal Madura Dibekuk di Pasuruan

"Kami berhasil menangkap pelaku saat sedang cangkruk (nongkrong) di rumahnya," kata Kanit Resmob Polrestabes Surabaya, Iptu Arief Rizky Wicaksana, Senin (15/6/2020).

Arief menambahkan, tersangka Abeng dan kelompoknya memecah kaca mobil menggunaka pecahan busi motor. Setelah berhasil mereka menguras barang berharga milik korban yang berada dalam mobil.

"Mereka belajar modus itu dari teman-temannya di Sumatera. Mereka beraksi dengan cepat. Ada empat orang, satu lagi masih kami kejar," papar Alumni AKPOL Tahun 2013 ini.

Baca juga:
Seorang Jurnalis di Pasuruan Jadi Korban Pecah Kaca Mobil, HP hingga Uang Raib

Dalam pemeriksaan terungkap bahwa Abeng dan kelompoknya juga beraksi di Jalan Raya Benowo, Surabaya. Sasarannya mobil yang diparkir dan jauh dari pantauan korban. Mereka berbagi peran, ada yang mengecek isi mobil ada yang bertindak sebagai eksekutor.

"Kami masih melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan ada TKP lain," tandasnya.