Pixel Code jatimnow.com

Cerita Dibalik Aneka Warna di Komplek Makam Kota Madiun

Editor : Narendra Bakrie   Reporter : Mita Kusuma
Komplek makam aneka warna di Dukuh Nguwot, Kelurahan Tawangrejo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun (Foto: Istimewa)
Komplek makam aneka warna di Dukuh Nguwot, Kelurahan Tawangrejo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun (Foto: Istimewa)

jatimnow.com - Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dukuh Nguwot, Kelurahan Tawangrejo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun disulap menjadi komplek makam beraneka warna. Pengecatan dilakukan warga dengan gotong royong.

Penasehat Pengurus Makam Dukuh Nguwot, Gunawan mengaku pengecatan di komplek makam itu karena termotivasi lomba kebersihan lingkungan tingkat Kecamatan Manguharjo. Saat itu 23 Maret 2020 tim penilai memberikan juara pertama untuk komplek makam warna warni tersebut.

"Ya karena ada lomba itu. Kami pun gotong royong dengan warga untuk pengecatan pada Maret karena ada lomba kebersihan lingkungan tingkat kecamatan. Kita juara pertama. Selain itu tujuan kita juga agar tidak terkesan seram," ungkap Gunawan, Minggu (28/6/2020).

Baca juga:  Keren, Komplek Makam di Kota Madiun Disulap Jadi Beraneka Warna

Penampakan komplek makam aneka warna itu juga menjadi juara satu lomba di tingkat Kota Madiun pada April 2020.

Baca juga:
Pria ini Nekat Bobol Kotak Amal Makam yang Hanya Berisi Rp 42 Ribu

"Ide makam warna-warni ini semua dari warga yang semangat untuk menang dalam lomba agar dukuhnya maju. Kita tidak mengira kalau dapat juara satu tingkat Kota Madiun," tuturnya.

Gunawan menambahkan, saat itu lomba kebersihan lingkungan makam diadakan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Madiun.

Baca juga:
Makam Warna di Pasuruan Jadi Spot Foto Selfie Wisatawan Gunung Bromo

"Semua ide dari warga sendiri dan biaya juga swadaya," tegas Gunawan.

Dia menyebut, sebenarnya warna warni pada makan itu sudah ada sejak Maret 2020. Dan warga tidak mengira penampakan di komplek makam kampungnya menjadi viral saat ini.

Mencari Pemimpin Millenial untuk Surabaya
Jatim Memilih, Politik

Mencari Pemimpin Millenial untuk Surabaya

"Millenial perlu ruang, dan pengetahuan politik. Mereka butuh sosialisasi sehingga bisa memilih pemimpin yang tepat," ucap mantan Ketua PSI Surabaya, Erick Komala.