Ada 3 Klaster Baru, Kasus Positif Covid-19 Ponorogo Kembali Meningkat

Editor: Narendra Bakrie / Reporter: Mita Kusuma

Ilustrasi

jatimnow.com - Kasus pasien positif Covid-19 di Ponorogo kembali bertambah setelah muncul klaster baru penyebaran yaitu Pondok Pesantren (Ponpes) Gontor.

Hari ini, Minggu (12/7/2020) tercatat ada 81 pasien positif Covid-19 di Ponorogo. Dari jumlah itu, pasien yang sudah dinyatakan sembuh ada 33 orang, meninggal 3 orang, isolasi mandiri 2 orang, isolasi di shelter 9 orang dan isolasi di rumah sakit 34 orang.

"Memang belakangan ini melonjak. Mereka dari klaster yang baru di Kabupaten Ponorogo," jelas Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni.

Menurut Bupati Ipong, klaster baru penyebaran Covid-19 di Ponorogo itu adalah klaster Gontor. Katanya, kasus itu berawal dari salah satu santri asal Sidoarjo yang tercatat sebagai santri di Pondok Modern Darussalam Gontor 2.

Setelah itu, ada 11 santri dari berbagi kota yang diterima di Gontor Kendari dengan hasil rapid test reaktif. Setelah dilakukan tes swab, terdapat 10 santri yang dinyatakan positif Covid-19.

Terbaru, lanjut Bupati Ipong, santri Gontor 2 asal Batam. Menurut keterangan keluarganya, pasien ini adalah santri Gontor 2 yang datang dari Batam pada 17 Juni 2020.

Saat datang dia membawa surat rapid test dengan hasil non reaktif. Pada 5 juli 2020 muncul gejala batuk, pilek dan panas. Karena itu keluarga santri yang ada di Ngawi menjemput untuk diperiksakan ke rumah sakit.

"Saat ini pasien dirawat di RS dr. Soeroto Ngawi. Jadi dari Gontor ada 12 pasien positif Covid-19," ungkapnya.

Lalu ada klaster Ronowijayan. Menurut Bupati Ipong, klaster ini muncul karena pasien pertama berawal dari Kelurahan Ronowijayan, Kecamatan Siman. Pasien pertama itu seorang ibu yang sering bersosialita dan keluar kota.

"Baru kemudian menularkan ke suami, anak, cucu hingga pembantunya," jelasnya.

Dari situ kemudian menularkan ke anak pembantunya yang berada di Desa Patihan Kidul. Juga menular ke teman kantor suami pasien.

"Klaster Ronowijayan ini murni penularan dari satu orang. Makanya saya sebut klaster juga," tambah Bupati Ipong.

Kemudian klaster Desa Panjeng, Kecamatan Jenangan. Klaster ini berawal dari salah satu warga Panjeng yang meninggal dunia.

"Kalau diagnosa dokter penyebab meninggalnya karena penyakit jantung. Tetapi setelah itu istri pasien yang meninggal itu dinyatakan positif Covid-19," tandasnya.

Dari kasus itu ditemukan berapa kontak erat. Di mana total dari klaster Desa Panjeng ada empat orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Loading...

jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter