Pixel Code jatimnow.com

Pencari Ikan di Blitar Temukan Granat dan 56 Peluru Tajam

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Achmad Supriyadi
Sebuah granat dan 56 peluru tajam yang ditemukan pemancing ikan di Blitar
Sebuah granat dan 56 peluru tajam yang ditemukan pemancing ikan di Blitar

jatimnow.com - Sebuah granat dan puluhan amunisi atau peluru tajam ditemukan di tepi Sungai Desa Tuliskriyo, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar oleh Agus Harwano (38), seorang pemancing ikan.

Kasubbag Humas Polres Blitar Kota, Iptu Ahmad Rochan mengatakan, amunisi dan granat itu ditemukan Agus Harwano ketika sedang mencari cacing untuk umpan memancing.

"Saat mencari cacing yang bersangkutan berjalan di aliran sungai kemudian menginjak sesuatu, setelah diambil ternyata bahan peledak dan peluru tajam," ujar Ahmad Rochan, Selasa (21/7/2020).

Granat nanas dan 56 peluru tajam kaliber 7,56 milimeter yang ditemukan oleh Agus tidak dibawa pulang tetapi diangkat dan diletakkan di atas batu pinggir sungai.

Sementara Kasatreskrim Polres Blitar Kota AKP Ardi Purboyo menjelaskan, setiba di rumah, Agus lalu menceritakan penemuan itu kepada Kasiyarno (46), tetangganya. Kemudian tetangganya tersebut melapor ke polisi.

Baca juga:
Benda Mirip Granat di Banyuwangi Ternyata Mortir Bulat, Disposal Dimulai

"Laporannya pada 20 Juli 2020. Lalu kami tindaklanjuti dengan melakukan pengecekan ke lokasi penemuan," ungkap Ardi.

Saat identifikasi, barang yang ditemukan oleh Agus itu memang granat dan peluru tajam. Kemudian Ardi dan timnya melakukan koordinasi dengan Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Satbrimob Polda Jatim.

Baca juga:
Sebelum Temukan Benda Diduga Granat, Warga Banyuwangi Mengaku Dapat Firasat Gaib

Ardi menambahkan, granat dan peluru tajam itu sudah diamankan Satbrimob Polda Jatim. Namun belum diketahui apakah granat dan puluhan peluru tajam itu masih aktif atau tidak.

"Keterangan saksi, pin granat masih menempel dan ujung peluru lancip. Namun karena sudah berkarat, kami tidak bisa memastikan apa masih aktif atau tidak. Bisa diketahui aktif atau tidaknya saat disposal atau penghancuran nanti," tandasnya.