Pixel Code jatimnow.com

Mengenal Cak Ngantuk, Penjual Nasi Goreng 'Aneh' di Pasuruan

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Moch Rois
Cak Ngantuk, penjual nasi goreng di Pasuruan yang sering tertidur saat memasak pesanan pembeli
Cak Ngantuk, penjual nasi goreng di Pasuruan yang sering tertidur saat memasak pesanan pembeli

jatimnow.com - Beberapa bulan lalu, warganet sempat dihebohkan dengan video viral pedagang nasi goreng yang tidur saat melayani para pembelinya. Pedagang 'aneh' di Pasuruan itu dikenal dengan nama Cak Ngantuk.

Cak Ngantuk bernama asli M. Arif alias Gutek. Pria 40 tahun itu merupakan warga Dusun Jembrung, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Sehari-hari, Cak Ngantuk berjualan nasi goreng di sebuah stand kecil di Dusun Pelem, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol.

"Iya kalau nggoreng nasi atau mie, gayanya ya ngantuk gitu. Lemes-lemes gimana gitu, kayak orang ngantuk," jelas Irwan, salah satu pembeli, Rabu (22/7/2020) malam.

Pembeli lain bernama Imron menyebut bahwa gaya menggoreng Cak Ngantuk tersebut biasanya berlangsung mulai pukul 01.00 hingga 03.00 Wib.

Kolase aksi Cak Ngantuk saat menggoreng nasiKolase aksi Cak Ngantuk saat menggoreng nasi

"Kalau menggoreng sampai ngantuk beneran gitu biasanya sekitar jam 1 sampai jam 3 dinihari. Saya sampai ketawa sendiri," terangnya.

Baca juga:
Pelatih Persela Lamongan Fakhri Husaini Peluk Penjual Nasi Goreng, Siapa Dia?

Sementara Mustakim, warga sekitar mengaku pernah menahan tubuh Cak Ngantuk saat akan terjungkal ke belakang ketika tertidur saat menggoreng masakannya.

"Pernah mau terjungkal ke belakang Cak Gutek ini, untung saya kebetulan ada di belakangnya. Akhirnya selamat, dia tidak jatuh," selorohnya.

Cak Ngantuk hanya tersenyum saat ditanya gaya menggorengnya yang aneh tersebut.

Baca juga:
Tangan Patah, Pedagang di Kota Malang Dibantu Robot Buatannya Bikin Nasi Goreng

"Apa sih mas, gak tau saya," ucap bapak dua anak ini saat ditemui jatimnow.com di tempat dagangannya.

Cak Ngantuk menceritakan jika setiap harinya ia mendorong gerobak nasi gorengnya dari rumah menuju ke tempatnya berjualan.

"Jam 19.00 Wib saya sudah julan di depan rumah. Setelah itu jualan keliling dulu. Tepat jam 22.00 Wib baru dorong gerobak ke stand warung," ungkapnya.