jatimnow.com
3 Berita Populer: Rumah Terbakar hingga Ibu Melahirkan di Kamar Mandi

Rumah di Jalan Raya Girilaya Gang VI No. 2, Banyu Urip, Surabaya yang terbakar (Foto; Istimewa)

jatimnow.com - Terbakarnya sebuah rumah berlantai dua di Jalan Raya Girilaya Gang VI No. 2, Banyu Urip, Sawahan, Surabaya hangus terbakar menjadi terpopuler pada Minggu (2/8/2020).

Redaksi jatimnow.com merangkum tiga berita paling populer.

Rumah di Surabaya Terbakar, 7 Mobil Pemadam Dikerahkan; Diduga Dikeroyok, Seorang Pemuda di Surabaya Tewas dengan Luka Tusuk; dan Kisah Ibu Muda Melahirkan di Kamar Mandi Usai Rapid Test Dua Kali.

Rumah di Surabaya Terbakar, 7 Mobil Pemadam Dikerahkan

Informasi yang himpun, kebakaran terjadi sekitar pukul 17.15 Wib. Pemilik rumah diketahui bernama Arkan. Sebelum kejadian, ia sedang menunaikan salat dan tiba-tiba listrik padam. Penyebab kebakaran diduga karena korsleting listrik.

Petugas Dimas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya yang mendapat laporan segera menuju ke lokasi. Untuk memadamkan api diterjunkan 7 unit pemadam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Diduga Dikeroyok, Seorang Pemuda di Surabaya Tewas dengan Luka Tusuk

Seorang pemuda ditemukan tergeletak di Jembatan Semampir, Sukolilo, Surabaya, dengan luka tusuk di bagian pusar. Korban tewas diduga akibat dikeroyok beberapa orang.

Korban bernama Arisky Tri Yulianto (26), warga Jalan Semampir Tengah VIII/36A, Surabaya. Luka tusuk pada pusarnya diduga akibat benda tajam.

"Dari keterangan teman-teman korban, diduga kuat korban meninggal akibat dikeroyok beberapa orang. Pengeroyokan terjadi sekitar pukul 00.30 Wib di lokasi," kata Kapolsek Sukolilo, AKP Subiyantana.

Kisah Ibu Muda Melahirkan di Kamar Mandi Usai Rapid Test Dua Kali

Setelah sempat ditolak beberapa bidan dan puskesmas karena hasil rapid test-nya reaktif, Fitria Rohmatika (26), ibu muda asal Dusun Gundu, Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu melahirkan bayinya di kamar mandi rumahnya.

Ia bercerita bahwa dirinya pernah mengikuti rapid test di UPT Puskesmas Bumiaji pada 10 Juni 2020 dengan hasilnya reaktif. Dia kebingungan dengan hasil rapid test itu, lantaran tidak pernah pergi ke mana-mana dan menerima tamu dari luar kota.

Sekitar pukul 13.00 Wib, 7 Juli 2020, ia mengalami kontraksi. Ia lalu menuju ke salah satu bidan di dekat tempat tinggalnya dengan niat untuk melakukan persalinan. Namun ia ditolak kembali dengan alasan hasil rapid test-nya pernah menunjukkan hasil reaktif.

Loading...

Terakhir menjelang bukaan kelima, Fitri mencoba ke salah satu bidan yang berada di Dusun Junggo, Desa Tulungrejo. Lagi-lagi bidan di sana meminta Fitri pulang dengan alasan masih bukaan satu.

"Sampai di rumah saya mau ganti pakaian di kamar mandi, terus bayinya tiba-tiba keluar," ucap Fitri.

Mengetahui kejadian itu, Fitri langsung menyelamatkan bayi. Setelah itu keluarganya memanggil bidan desa yang berada di dekat rumahnya agar ada pertolongan bagi ibu dan bayinya.

Berita Terkait