jatimnow.com
Pilihan Pembaca: Alun-alun Surabaya hingga 137 Guru Positif Covid-19

Para santri di Ponpes Riyadhus Sholihin, Kota Probolinggo yang keracunan dibawa ke puskesmas dan rumah sakit

jatimnow.com - Dari sejumlah berita yang disajikan jatimnow.com pada Jumat (21/8/2020), tiga di antaranya menjadi berita pilihan pembaca.

Mulai dari berita berjudul 'Pagelaran Seni di Alun-alun Surabaya Disetop, Digelar Dinas Apa?' hingga '137 Guru SD-SMP di Surabaya Positif Covid-19, Empat Meninggal Dunia'.

Pagelaran Seni di Alun-alun Surabaya Disetop, Digelar Dinas Apa?

Hotel Sahid Surabaya 2222 Best Wedding Dates

Pagelaran seni di Alun-alun Surabaya kompleks Balai Pemuda telah dihentikan untuk sementara.

Acara yang digagas oleh Pemkot Surabaya itu dievaluasi setelah mendapatkan sorotan tajam dari publik karena menimbulkan kerumunan di tengah situasi Pandemi Covid-19.

Evaluasi itu disampaikan Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Irvan Widyanto, Jumat (21/8/2020).

75 Persen Santri di Kota Probolinggo yang Keracunan Dinyatakan Sembuh

Ratusan santri putri di Pondok Pesantren (Ponpes) Riyadhus Sholihin, Kelurahan Kademangan, Kota Probolinggo yang diduga keracunan makanan, 75 persen sudah sembuh.

"Sekitar 75 persen santri yang keracunan sudah ditangani dan kondisinya sudah sembuh," kata Plt Direktur RSUD dr Muhamad Saleh Kota Probolinggo, dr Abrar Kuddah, Jumat (21/8/2020).

Abrar menyebut, berdasarkan data yang didapatnya, dari jumlah 150 santri yang diduga keracunan makanan, 75 persen di antaranya sudah sembuh. Sehingga bisa dipastikan saat ini yang menjalani perawatan hanya tinggal puluhan santri.

137 Guru SD-SMP di Surabaya Positif Covid-19, Empat Meninggal Dunia

Sebanyak 3.127 guru SD dan SMP di Surabaya telah diuji swab. Dari uji swab itu, 137 terkonfirmasi atau positif Virus Corona (Covid-19).

Loading...

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Irvan Widyanto menjelaskan, hingga saat ini Pemkot Surabaya telah melakukan tes swab PCR terhadap 3.127 guru SD dan SMP, baik dari sekolah negeri maupun swasta.

"Testing serentak untuk (guru) SD dan SMP. Walau pun tidak jelang pembukaan, yang jelas untuk guru SD dan SMP diprioritaskan," ujar Irvan saat dikonfirmasi jatimnow.com, Jumat (21/8/2020).

Berita Terkait