Mengapa Pemkot Surabaya Tidak Umumkan Pembelian Rumah Bung Karno?

Editor: Redaksi / Reporter: Budi Sugiharto

Rumah Bung Karno di Surabaya (foto: Zain Ahmad)

jatimnow.com - Langkah Pemkot Surabaya memiliki Rumah Bung Karno disesalkan. Pasalnya Wali Kota Tri Rismaharini tidak menjelaskan pembelian rumah di Peneleh Gang Pandean IV Nomor 40, Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng itu kepada publik .

Humas juga tidak menyebut jika ada proses pembelian. Humas pada siaran pers tanggal 17 Agustus 2020 juga tidak menjelaskan bertambahnya aset rumah kelahiran Presiden Soekarno itu menjadi milik Pemkot Surabaya. Kesan yang muncul, ahli waris menyerahkan kepada Wali Kota Tri Rismaharini.

Upaya jatimnow.com untuk mendapatkan jawaban itu dikonfirmasika ke Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara pada pukul 06.39 Wib. Namun tidak ada respon hingga pukul 07.20 Wib. Febriadhitya Prajatara tidak pernah memberikan penjelasan kepada jatimnow.com mengenai proses kepemilikam Rumah Bung Karno itu.

Ketua Komisi A DPRD Surabaya Pertiwi Ayu Khresna akan menggelar dengar pendapat atau hearing sacara virtual dengan Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah (DPBT), humas serta organisasi perangkat daerah lainnya pada pekan depan.

"Nanti saat hearing akan kami tanyakan juga, benar-benar kami tidak juga dan tidak diberi tahu," ungkap perempuan politsi Golkar ini, Senin (1/9/2020) pagi.

Inilah isi utuh siaran pers humas saat penyerahan kepada Risma yang juga disaksikan Ketua DPRD Surabaya yang juga Ketua DPC PDIP Surabaya, Adi Sutarwijanto.

Rumah Kelahiran Bung Karno Diserahkan ke Pemkot, Wali Kota Risma Bakal Jadikan Museum

Ahli waris rumah kelahiran Soekarno (Bung Karno) di Jalan Peneleh gang Pandean IV nomor 40, Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, akhirnya diserahkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 75 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2020).

Proses penyerahan itu dilakukan langsung oleh ahli waris kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di depan rumah bersejarah itu.

Seusai diserahkan, Wali Kota Risma sempat meninjau langsung kondisi di dalam rumah tersebut, bahkan ia juga menyempatkan diri membaca salah satu tulisan di rumah tersebut.

Setelah itu, ia juga meninjau beberapa tempat bersejarah yang ada di kawasan tersebut, seperti Langgar Dukur Kayu di Kampung Lawang Seketeng, Makam Mbah Pitono dan beberapa benda bersejarah lainnya.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma menyampaikan terimakasih banyak kepada para ahli waris rumah kelahiran Bung Karno yang telah sudi dan berkenan merelakan rumahnya diserahkan kepada Pemkot Surabaya. Menurutnya, rumah ini adalah rumah kebanggaan bersama dan merupakan symbol kebanggaan bersama.

"Terimakasih para ahli waris yang sudah sudi dan berkenan merelakan rumah kebanggaan kami, ini symbol kebanggaan kami. Nanti rumah ini akan kita jadikan museum, apalagi di kawasan ini banyak sejarahnya dan sudah kita beri titik-titik, seperti langgar, makam dan beberapa benda lainnya," kata Wali Kota Risma seusai menerima rumah kelahiran Bung Karno itu.

Presiden UCLG ASPAC ini mengatakan bahwa niat baik para ahli waris ini tentu akan sangat bermanfaat bagi bangsa dan negara Indonesia.

Sebab, nanti anak-anak Surabaya dan anak luar Surabaya bisa belajar sejarah di rumah ini, termasuk bagaimana perjuangan Bung Karno dengan segala keterbatasannya tapi mampu membuat Indonesia sejajar dengan negara-negara lain di dunia.

"Jadi, meskipun usia Indonesia saat itu masih sangat muda, tapi sudah bisa sejajar dengan bangsa lain di dunia, itu sungguh luar biasa dan tidak mudah," ujarnya.

Menurutnya, rumah ini punya arti yang sangat besar dan kuat bagi anak-anak. Makanya, dia berkali-kali memohon kepada para ahli waris rumah itu untuk ikhlas supaya rumah tersebut bisa dijadikan tempat belajar bagi anak-anak, baik anak Surabaya maupun luar Surabaya.

"Saya yakin anak-anak dari luar daerah juga akan belajar ke sini, terutama belajar bagaimana besarnya Bung Karno di tengah keterbatasannya kala itu," imbuhnya.

Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu juga menjelaskan bahwa nantinya rumah itu akan dijadikan museum, makanya sejak beberapa waktu lalu Pemkot Surabaya sudah memperbaiki beberapa infrastruktur di kawasan tersebut, termasuk pedestriannya.

Bahkan, beberapa benda sejarah lainnya sudah diperbaiki karena kawasan itu nantinya akan dijadikan kawasan wisata yang luar biasa.

"Saya harap warga Peneleh bersiap diri menyambut itu. Sebab, dia sangat yakin bahwa suatu saat nanti wilayah itu akan bisa menjadi kawasan wisata yang sangat besar, karena ada rumah H.O.S Tjokroaminoto dan ada beberapa peninggalan sejarah lainnya," kata dia.

Wali Kota Risma juga mengaku sampai bermimpi untuk menjadikan kawasan itu sebagai kawasan bersejarah, termasuk dipikirkan pula alur wisatanya harus dimulai dari mana dan berakhir di tempat mana.

"Nah, warga di sini saya harap tetap kompak dan bersatu untuk menyambut peluang ini. Jadi, setelah kami perbaiki infrastrukturnya sejak kemarinnya, lalu selanjutnya kami mungkin akan menyiapkan warga supaya siap jadi guide atau bahkan bisa menjual souvenir, sehingga peluang itu tidak diambil oleh warga luar," pungkasnya.

Jamila, pemilik rumah kelahiran presiden pertama Soekarno atau Rumah Bung Karno menyatakan jika rumahnya itu telah dibeli Pemkot Surabaya.

"Iya dibeli (Pemkot Surabaya), tapi masih proses. Itu kan yang ngurus semua keponakan saya, sekarang ada di Jakarta," ungkap Jamila saat ditemui jatimnow.com, Senin (31/8/2020).

Jamila mengaku, proses pembelian rumahnya itu dilakukan sebelum tanggal 17 Agustus 2020. Dan ketika serah terima kepada Wali Kota Risma di rumahnya, itu hanya secara simbolis.

Sebelumnya, Ketua Komisi D DPRD Surabaya Chusnul Chotimah memastikan bila Pemkot Surabaya melalui DPBT membeli rumah itu.

"Dibeli dengan appraisal, kalau tidak salah sekitar Rp 1,2 M. Coba cek juga ke dinas tanah," kata Chusnul Chotimah pada pukul 09.02 Wib, Minggu (30/8/2020).

Tidak cuma-cuma?

"Tidak," jawab politisi PDIP ini.

Harga Rumah Bung Karno yang dibeli Pemkot Surabaya Rp 1,2 Miliar seperti yang disebut Ketua Komisi D Chusnul Chotimah itu disebutnya murah.

"Kenapa tidak disampaikan kepada publik. Apakah Risma (Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini) melakukan pembohongan publik?" tanya Wakil Ketua DPW NasDem Jatim bidang Media & Komunikasi Publik, Vinsensius Awey pada Senin (31/8/2020).

"Kenapa tidak berterus terang saja kepada publik bahwa bangunan tersebut dibeli dan bukan dapat cuma-cuma dari pemilik bangunan. Harusnya Ketua Komisi A undang sebagai mitra kerjanya dinas tanah dan bangunan," tambahnya.

 

Loading...

jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow4@gmail.com

Newsletter