jatimnow.com
Balai RT ini Tak Pernah Mendapat Bantuan dari Pemkot Surabaya, Benar?

Balai RT 15, RW 7, Kelurahan Wonokromo, Surabaya (Foto-foto: jatimnow.com)

jatimnow.com - Perbaikan Balai RT dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di RT 15, RW 7, Kelurahan Wonokromo, Surabaya telah rampung.

Fasilitas publik itu bahkan diresmikan oleh Ketua DPRD Surabaya yang juga Ketua PDIP Surabaya, Adi Sutarwijojo pada Senin (21/9/2020).

Mengapa bantuan perbaikan Balai RT dan MCK di RT itu baru diberikan?

Ketua RT 15, RW 7 Arief Windarto menyebut jika bantuan itu diberikan sekitar bulan Juni 2020. Kemudian direnovasi hingga akhirnya diresmikan.

"Sebenarnya tidak ada peresmian, karena beliau (Adi Sutarwijono) yang bantu, warga di sini mengundang beliau. Ingin menghormati lah begitu," ungkap Arief saat ditemui jatimnow.com, Rabu (11/11/2020).

Dia mengaku selama ini jika Balai RT dan fasilitas MCK di kampungnya tidak pernah tersentuh oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya selama puluhan tahun.

Baca juga:  Sempat Rusak, Balai RT dan MCK di Wonokromo ini Kini Telah Diperbaiki

"Untuk perbaikan dan pembangunan, ya swadaya sendiri. Dulu sebelum saya, juga sempat pengajuan, tapi juga tidak pernah ditanggapi, tidak pernah terealisasi. Puluhan tahun mas. Ya alhamdulillah, dengan bantuan dari beliau (Adi) Sekarang fasilitas MCK dan Balai RT bisa digunakan warga dengan baik," jelasnya.

"Untuk anggarannya ya dari beliau (Adi) langsung. Tapi saya kira ya bukan uangnya beliau juga. Tapi kan seizin dari pemkot, seizin Bu Risma (wali kota) juga," tambah Arief.

Fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di RT 15, RW 7, Kelurahan Wonokromo, SurabayaFasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di RT 15, RW 7, Kelurahan Wonokromo, Surabaya

Untuk sementara, lanjut Arief, yang sudah direnovasi baru fasilitas MCK dan Balai RT. Sedangkan untuk tempat belajar anak-anak belum terealisasi, namun sudah diajukan.

"Sekarang sementara baru sarana olahraga. Itu dari Dispora. Rencananya yang di Balai RT mau dibuat warung belajar untuk anak-anak. Baik itu, SD, SMP dan juga SMA. Jadi serbaguna," tandasnya.

Hal senada juga diungkapkan Ustaz Dedik Abdul Aziz, Wakil RT 15 RW 7 yang juga sekaligus tokoh agama setempat.

Menurutnya, renovasi fasilitas MCK dan Balai RT itu bantuan dari PDIP.

"Jadi awalnya itu ada orang dari PDIP, namanya Pak Goci. Beliau datang bertemu dengan saya dan Pak Arief, Ketua RT saya. Beliau bilang apakah ada fasilitas perlu dibantu. Ya saya bilang, kalau memang ada bantuan untuk kami, ya monggo," ungkapnya.

"Terus saya coba ngomong ke Pak Arief untuk pengajuan, dan di-acc (disetujui) ini, direnovasi begini. Pak Goci ini kan sama aja Pak Whisnu. Karena kita tahunya Pak Whisnu," tambah Ustaz Dedik.

Berapa anggaran yang dihabiskan? Dari mana?

Ustaz Dedik mengaku jika semuanya ditanggung dari pihak yang membatu. Dia dan ketua RT, saat itu hanya melakukan pengajuan bahan-bahan untuk pembangunan.

"Untuk anggaran ya sekitar puluhan. Karena tukang ya mahal. Ya kalau dua puluhan (Rp 20an juta) bisa masuk. Beliau, Pak Goci hampir tiap malam ke sini. Ngecek-ngecek, ngobrol sama kami," jelasnya.

Kenapa bantuan tersebut diberikan menjelang Pilwali Surabaya 2020?

Ustaz Dedik mengatakan jika warga di kampungnya tersebut tidak pernah mengurusin hal tersebut (politik). Sebab, ketika Pemilihan Legislatif (Pileg) saat itu, juga ramai, buat jujukan orang. Jadi, ketika diberikan bantuan apapun diterima oleh warga.

Loading...

Apakah ada kepentingan politik?

"Pastilah, pasti. Mereka bantu kan nggak mungkin kalau nggak ada embel-embel atau kemauan di situ. Nah, kita namanya orang kan ikut aja. Toh jadi enggaknya mereka kan takdir Allah," tegas Ustaz Dedik.

"Warga bilang ke saya. Ustaz gimana ini, kalau hukumnya gimana. Saya bilang nggak ada hukumnya. Kalau sampean kurang yakin monggo di-istiqarah. Toh sampean milih nggak milih, orang nggak bakalan ngerti. Yang penting kita tahunya ini, kita ajukan ini, bantuan dari pemkot. Artinya dana untuk warga," imbuhnya.

Ia menambahkan, meskipun dari pihak pendana atau yang membantu dalam pembangunan tersebut mengajak untuk mendukung dan mencoblos salah satu pasangan calon, pihaknya mengaku tidak bisa menghindar dari takdir Allah.

"Yang penting fasilitas ini bisa manfaat bagi warga di sini," pungkasnya.

Berita Terkait