Pixel Code jatimnow.com

Hengki, Pemuda yang Dipenjara di Rumah Sendiri Bakal Dievakuasi ke RSJ

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Mita Kusuma
Hengki hidup dalam kamar layaknya penjara di rumahnya sendiri
Hengki hidup dalam kamar layaknya penjara di rumahnya sendiri

jatimnow.com - Hengki (28), pemuda yang terpenjara di rumahnya Desa Grogol, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo bakal dievakuasi ke rumah sakit jiwa (RSJ) oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Anak (Dinsos P3K) setempat.

Kadinsos P3K Ponorogo, Supriadi mengatakan, ada rencana untuk membawa Hengki ke RSJ Lawang, Malang. Kemudian ke panti rehabilitasi ODGJ di Pati yang sudah menyatakan kesiapannya.

Dia mengaku hingga kini evakuasi Hengki masih menunggu koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes). Apalagi Puskesmas Sawoo saat ini sedang lockdown akibat Pandemi Covid-19.

Sebab sesuai prosedur, harus ada komunikasi dengan Dinkes bahwa orang yang dibawa ke RSJ benar-benar sakit. Setelahnya baru Dinsos memberikan rekomendasi rumah sakit yang akan dituju.

Baca juga:  Kisah Hengki Jalani Hidup dalam Penjara di Rumahnya Sendiri

"Hengki sudah dikurung selama satu tahun lebih. Kondisinya memang baik-baik saja, diajak berkomunikasi juga nyambung, bermain handphone juga bisa," terang Supriadi, Kamis (18/2/2021).

Baca juga:
Pemuda di Jombang Ngaku Dibegal Usai Nyemplung Parit Malam-malam, Ternyata...

Namun ketika dikeluarkan dari kamarnya, Hengki kerap mengamuk saat bertemu dengan orang-orang yang sudah dikenalnya. Berbeda saat dia bertemu dengan orang tak dikenal, dia justru baik-baik saja.

"Terakhir sampai bawa sajam dan itu yang bikin resah warga," terangnya.

"Ini kan yang perlu ada pendalaman lagi. Kalau karena sakit hati kita tidak tahu ya. Jadi memang dari sisi medis mungkin tunggu ahlinya," tambah Supriadi.

Baca juga:
Cuan Kerajinan Jam Dinding Karakter Pahlawan, Karya Pemuda Wonosalam, Jombang

Hengki dikurung dalam sebuah kamar di belakang rumahnya dengan pintu teralis besi layaknya sel tahanan atau penjara. Untuk kebutuhan makan dan minum, ibunya yang menyediakan.

Hengki terpaksa dikurung setelah warga setempat mendesak, lantaran sering menjadi sasaran saat Hengki mengamuk. Hengki disebut-sebut gila lantaran sering dirawat di RSJ dan kambuh lagi saat dipulangkan ke rumahnya.