Pixel Code jatimnow.com

Terapis di Mojokerto itu Dibunuh saat Berhubungan Intim

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Achmad Supriyadi
Pelaku pembunuhan terapis saat diamankan di Mapolres Mojokerto Kota
Pelaku pembunuhan terapis saat diamankan di Mapolres Mojokerto Kota

jatimnow.com - Santi Ambarwati, terapis Panti Pijat Berkah di Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto dibunuh oleh pelanggannya saat keduanya melakukan hubungan layaknya suami istri atau berhubungan intim.

"Pelaku melukai korbannya itu pada saat posisi korbannya menungging dan pelaku berada di belakang. Di situlah pelaku membacok korban dengan parang hingga korban terluka di bagian leher tembus ke tenggorokan," ujar Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Deddy Supriadi, Jumat (19/2/2021).

Deddy menambahkan, sperma pelaku dibuang ke sprei tempat tidur yang berada di panti pijat milik Nasikha tersebut.

"Sperma pelaku itu tidak dibuang ke dalam vagina, tetapi di atas kasur yang sebagai barang bukti juga. Panti pijat ini memang panti pijat plus-plus," papar Deddy.

Baca juga:  

Baca juga:
Video: Pembunuh Terapis di Mojokerto Didor

Mantan Kapolres Sumenep ini menjelaskan, pelaku membunuh korban dan melukai juru masak panti pijat itu karena tidak memiliki uang untuk membayar servis plus-plus korban.

"Tidak memiliki uang itu yang menjadi alasan sehingga harus membunuh korban. Supaya tidak diketahui, pelaku juga sempat melakukan penganiayaan kepada juru masak yang sedang menjaga di ruang tamu," beber Alumni Akpol 1999 ini.

Sementara Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota, AKP Rohmawati Lailah menjelaskan, pelaku dan korban berhubungan seks dua kali.

Baca juga:
Sempat Kabur ke Jakarta, Pembunuh Terapis di Mojokerto Didor

"Hubungan seks kedua ini. Saat korban pada posisi nungging, pelaku langsung mengambil bendo (parang) dan dibacokkan ke korban, agar pelaku tidak bayar tarif layanan itu," pungkasnya.

Pelaku adalah Mohammad Irwanto (25), asal Desa Wuluh, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang. Pria yang sudah berkeluarga ini ditangkap AKP Lailah dan timnya di Magetan.

Peristiwa

Mengenal Siklus dan Gejala Erupsi Semeru

"Siklus erupsi gunung api aktif bermacam-macam. Bisa satu tahun sekali, setiap bulan, bahkan setiap hari," kata Pakar Geologi ITS, Amien Widodo.