Pixel Code jatimnow.com

Ribuan Rumah Warga 4 Kecamatan di Probolinggo Sempat Terendam Banjir

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Mahfud Hidayatullah
Banjir yang melada empat kecamatan di Kabupaten Probolinggo pada Sabtu (27/2/2021) malam
Banjir yang melada empat kecamatan di Kabupaten Probolinggo pada Sabtu (27/2/2021) malam

jatimnow.com - Ratusan rumah warga di empat kecematan di Kabupaten Probolinggo sempat terendam banjir sejak Sabtu (27/2/2021) malam. Namun hari ini, Minggu (28/2/2021), banjir sudah surut.

Berdasarkan data Badan Pengulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, banjir di empat kecamatan itu terjadi akibat hujan deras yang cukup lama.

"Data yang masuk ke kami ada empat Kecamatan, yaitu di Desa/Kecamatan Leces; Desa Sumberbulu, Kecamatan Tegalsiwalanl; Desa Kedungdalem dan Desa/ Kecamatan Dringu serta Desa Pajurangan, Kecamatan Gending," ujar Staf Supervisor Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Probolinggo, Aris Setiyawan.

Aris menyebut rumah yang paling banyak terendam banjir ada di wilayah Kecamatan Dringu, yaitu 1.768 rumah yang tersebar di Desa Dringu dan Kedungdalem.

"Ketinggian air di salah satu wilayah yang terendam banjir di Dringu mencapai 1,2 meter. Karena ada tanggul pembantas sungai yang jebol akibat banjir," paparnya.

Baca juga:
Belasan Rumah di Desa Sitiarjo Malang Terendam Banjir hingga 1 Meter

Sedangkan untuk rumah warga yang terendam banjir di Desa Pajurangan, Kecamatan Gending, tercata 120 rumah. Sementara di Kecamatan Tegalsiwalan dan Leces juga ada ratusan rumah.

"Ada warga Pajurangan yang tergigit ular saat banjir, namun sudah ada penanganan medis dan sudah tertolong," tambahnya.

Baca juga:
Hujan Deras di Lamongan, Pohon Bertumbangan Hingga Sebabkan Banjir

Hingga Minggu (28/2/2021) siang, BPBD bersama dengan jajaran TNI-Polri serta warga masih melakukan pembersihan bekas lumpur akibat banjir, baik di jalan maupun rumah warga.

"Banjir sudah surut tinggal pembersihan material saja. Kami membangun dapur umum untuk membantu makanan dan logistik warga terdampak," tandasnya.