Pixel Code jatimnow.com

Bandit Pembobol Rumah Bersenjatakan Celurit Keok Dihajar Korban dan Massa

Editor : Sandhi Nurhartanto Reporter : Moch Rois

jatimnow.com - Seorang bandit bersenjatakan celurit menyerah dihajar warga dan korban setelah kepergok membobol sebuah rumah di Desa Martopuro, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Jumat (7/5).

Tersangka adalah Feri Irawan (20), asal Desa Semut, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.

"Tersangka ini terbilang nekat dalam melakukan pencurian disertai tindak kekerasan di dalam rumah korban saat sahur kemarin. Namun, untung saja korban yang dibantu warga berhasil menangkap tersangka," jelas Kapolsek Purwosari, AKP Safiudin, Sabtu (8/5/2021).

Saat itu, korban yang seorang perempuan saat di dalam rumah melakukan persiapan untuk berangkat kerja. Korban dikagetkan suara kaca jendela depan rumah pecah.

Setelah dilihat, tersangka menerobos masuk ke dalam rumah sambil menenteng senjata celurit. Korban yang kaget kemudian berteriak minta tolong.

"Ketika korban berteriak, tersangka lagsung cepat mengalungkan celurit ke leher korban, sambil memegang bagian kemaluan korban," ungkapnya.

Baca juga:
Cerita di Balik Pencurian Truk dan Pikap dalam Gudang Kasur Surabaya

Korban yang ketakutan meminta agar tersangka tidak menyakitinya. Tersangka memaksa korban menyerahkan motor Suzuki Satria miliknya.

Korban yang hanya bisa menurut, langsung berteriak memanggil anaknya yang bernama Eko (18), untuk menyerahkan kontak motor.

Tersangka yang merasa berhasil akan membawa kabur motor korban, tidak waspada. Anak korban yang memanfaatkan kelemahan itu, langsung mendorong tersangka hingga terjatuh di depan rumahnya dan merebut celurit dari tangannya.

Baca juga:
Komplotan Bandit Acak-acak Gudang Kasur di Surabaya, Curi Truk hingga Pikap

"Warga yang dengar teriakan korban kemudian berdatangan dan beramai-ramai menghajarnya," ujar dia.

Polisi yang mendapat laporan kemudian datang dan membawa tersangka. Pelaku dijerat Pasal 365 KUHP.

"Motif tersangka nekat melakukan pencurian dengan kekerasan ini karena butuh uang untuk lebaran," tandasnya.

Peristiwa

Mengenal Siklus dan Gejala Erupsi Semeru

"Siklus erupsi gunung api aktif bermacam-macam. Bisa satu tahun sekali, setiap bulan, bahkan setiap hari," kata Pakar Geologi ITS, Amien Widodo.