Ratusan Emak-emak di Mojokerto Tertipu Arisan Fiktif, Kerugian Rp 1 Miliar

Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo

jatimnow.com - Sekitar 200 emak-emak di Kabupaten Mojokerto mengaku menjadi korban penipuan arisan lebaran fiktif yang dilakukan oleh seorang perempuan dua anak.

Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo mengatakan, para korban melaporkan seorang perempuan berinisial Tm (42), warga Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto pada 15 April 2021. Para korban mengaku kehilangan uang mencapai Rp 1 miliar.

Loading...

"Banyak warga di berbagai desa di Kecamatan Ngoro resah karena arisan fiktif. Pelaku inisial M kabur bersama keluarganya ke wilayah Jawa Tengah," ungkap Andaru, Jumat (21/5/2021).

Andaru menambahkan, pelaku menawarkan metode bisnis berupa arisan dan menarik dana dari warga. Saat jatuh tempo bulan April 2021, pelaku menghilang dan meninggalkan rumahnya.

"Kurang lebih ada 200 korban. Namun tidak menutup kemungkinan korban bisa bertambah. Perkiraan jumlah kerugian yang ditimbulkan pelaku mencapai Rp 1 miliar lebih. Namun untuk pastinya kami masih melakukan investigasi," bebernya.

Mantan Kasatreskrim Polres Malang ini menjelaskan, pelaku menjalankan bisnis arisan ini mulai sekitar Tahun 2014. Dan sejak April 2020, pelaku mulai sulit dihubungi oleh para peserta arisan.

"Nilainya variatif. Korbannya banyak warga-warga yang berharap mendapatkan uang untuk dipakai untuk merayakan lebaran. Namun harapan itu sia-sia karena pelaku kabur," tambah dia.

Adhi Makayasa Akpol 2009 ini menyebut, korban tidak hanya ada di Kecamatan Ngoro, tetapi ada juga yang berasal dari Malang.

"Hasil penyelidikan muncul kembali korban-korban lain yang ada di daerah Malang. Namun untuk modusnya kami masih mendalami. Kemungkinan ratusan juta juga sempat dibawa kabur pelaku untuk para korban di Malang," pungkasnya.

Berita Terkait