Pixel Code jatimnow.com

8 Biduan Dangdut di Kota Malang Mengaku Jadi Korban Penipuan Arisan

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Galih Rakasiwi
8 biduan dangdut saat mendatangi Mapolresta Malang Kota (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
8 biduan dangdut saat mendatangi Mapolresta Malang Kota (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

Kota Malang - 8 biduan dangdut mendatangi Mapolresta Malang Kota sekitar pukul 12.30 WIB, Senin (25/7/2022). Mereka mengaku menjadi korban penipuan arisan yang dikelola LV.

Para biduan itu menyebut bahwa LV telah kabur tanpa kabar sejak 17 Juli 2022.

Beberapa bukti mereka bawa, di antaranya pesan dan percakapan di grup WhatsApp Info Slot by Ayasvindy. Juga bukti transfer uang hingga buku rekab. Sekitar pukul 17.30 WIB, mereka baru keluar dari ruang Satreskrim.

Salah satu korban, Vita Alesia mengaku awalnya ia tergiur dengan keuntungan besar yang dijanjikan LV. Apalagi dia sudah kenal baik LV, karena satu profesi, sebagai biduan dangdut.

"Kenal, karena satu profesi. Tapi korbannya bukan hanya di Kota Malang saja, tapi banyak dari luar daerah seperti Surabaya," tutur wanita berusia 26 tahun itu.

Selain kenal, Vita berani mengeluarkan uang, lantaran beberapa kali diberi keuntungan satu hingga tiga kali lipat.

"Jujur tergiur. Sebab awalnya diberi keuntungan, sehingga rata-rata korban pun percaya. Kalau kerugian saya sekitar Rp11 jutaan," ungkapnya.

Baca juga:
Pilihan Pembaca: Temuan Mortir, Lontong Tahu Mbah Katinem, Arisan Online

Kekhawatiran Vita dan teman-temannya memuncak, karena menurut informasi ada 90 orang yang menjadi korban.

"Kalau yang kena sedikit agak tenang. Tapi di atas Rp50 juta sampai Rp150 juta. Bila ditotal bisa mencapai Rp2 miliar," bebernya.

Dirinya bersama rekan-rekannya tidak menutup diri jika terduga pelaku mau diajak kekeluargaan.

Baca juga:
Merasa Tertipu Arisan Online, Emak-emak di Jombang Pontang-panting Cari Owner

"Kita masih membuka diri. Monggo kalau memang kekeluargaan. Tapi kalau tidak ada kabar, ya terpaksa melaporkan resmi," tegas Vita.

Sementara Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Bayu Febrianto Prayoga menegaskan bahwa kehadiran sejumlah orang terkait arisan bodong itu masih dalam bentuk konsultasi.

"Ya benar. Tapi sebatas masih konsultasi," ungkapnya.