jatimnow.com
Nakes di Surabaya Disebut Belum Terima Insentif Sejak Awal 2021

Anggota Komisi D DPRD Surabaya dari Fraksi PSI Tjutjuk Supariono saat berdialog dengan nakes di salah satu sentra vaksinasi

jatimnow.com - Anggota Komisi D DPRD Surabaya dari Fraksi PSI Tjutjuk Supariono melakukan kunjungan ke sejumlah sentra vaksinasi di Kota Pahlawan.

Dalam kunjungan itu, Tjutjuk mengaku beberapa kali disambati tentang insentif tenaga kesehatan (nakes) yang belum diterima mereka sejak masuk Tahun 2021.

"Saya sangat mengapresiasi kerja keras para nakes yang sudah banyak merelakan waktu dan tenaganya untuk melawan Covid-19. Saya melakukan blusukan dan mengunjungi nakes. Mereka mengeluhkan bahwa insentif terakhir dibayarkan pada bulan Oktober 2020," terang Tjutjuk, Senin (5/7/2021).

Tjutjuk menyayangkan tindakan Pemkot Surabaya yang mengesampingkan hak nakes yang berjuang di garis terdepan menangani pasien Covid-19.

"Insentif ini harus segera diberikan, jumlahnya pun harus full, jangan dicicil. Saya mendesak Pemkot Surabaya untuk segera membayarkan hak para nakes ini," tambahnya.

Tjutjuk juga mengusulkan tiga hal untuk mendukung optimalisasi kinerja nakes di Surabaya. Pertama, adanya pemberian multivitamin untuk nakes. Kedua, mendorong agar Pemkot Surabaya segera mempercepat pembayaran insentif bagi para nakes.

Dan ketiga, memastikan ketersediaan nakes di Surabaya dengan memanfaatkan mahasiswa koas atau dokter muda.

"Sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19 ini, Pemkot Surabaya harus memastikan bahwa para nakes dalam kondisi yang prima dalam menghadapi gelombang kedua Covid-19 di Indonesia. Karenanya, pemberian multivitamin diperlukan untuk seluruh nakes. Sudah terlalu banyak nakes yang gugur, jangan sampai ada lagi nakes yang terpapar virus ini," papar dia.

Menurutnya, ketersediaan nakes di Surabaya juga perlu dipastikan dalam menghadapi gelombang kedua Covid-19 ini.

Rekrutmen untuk relawan nakes dan tenaga pendukung penanganan Covid-19 memang sudah dibuka oleh Pemkot Surabaya. Namun, lanjut Tjutjuk, secara khusus pemkot juga perlu memanfaatkan mahasiswa koas untuk meringankan beban nakes di lapangan dan menambah jumlah SDM.

"Mahasiswa koas seharusnya bisa diperbantukan dalam penanganan Covid-19. Misalnya dalam percepatan proses vaksinasi. Agar mahasiswa koas dapat membantu di lapangan, diperlukan adanya surat izin dari dinas kesehatan," ungkapnya.

"Maka, saya secara khusus meminta kepada dinas kesehatan, agar surat izin ini dapat dipermudah kepengurusannya, sehingga program vaksinasi dapat diselesaikan dengan cepat dan kasus Covid-19 di Surabaya akan segera melandai," pungkasnya.

Loading...

 

 

Berita Terkait