jatimnow.com
Durhaka! Menantu Pukul Tangan dan Kepala Mertua dengan Bambu hingga Terluka

Luka robek di kepala setelah dianiaya mennatu menggunakan bambu

jatimnow.com - Saiful (40) dan Sriani (42), pasangan suami istri (pasutri) asal Dusun Raas, Desa Pondok Wuluh, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo melaporkan perbuatan menantunya yaitu Adi Saputra ke polisi.

Pria berusia 23 tahun itu dilaporkan setelah menganiaya dan memukul mertuanya sendiri menggunakan bambu. Peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Minggu (4/7) lalu.

"Pertama yang dipukul istri saya hingga tangan kananya mengalami luka lebam. Sedangkan saya mengalami luka robek di bagian kepala karena dipukul dengan bambu oleh menantu," jelasnya saat melaporkan perbuatan menantunya itu ke Mapolsek Leces, Selasa (6/7/2021).

Hotel Sahid Surabaya 2222 Best Wedding Dates

Saiful yang mengalami luka robek mendapatkan jahitan di kepalanya.

"Ini kepala saya robek dan harus dijahit empat lilitan," tegasnya.

Sriani mengatakan peristiwa penganiayaan bermula saat anak perempuannya yang bernama Sofiatun Ningsih (23), istri dari Adi tengah melahirkan anak kedua dengan proses menjalani operasi sesar.

"Anak saya ikut suaminya. Karena kondisi setelah melahirkan habis operasi, saya ingin merawatnya untuk penyembuhan dan mengajak dia ke rumah saya," katanya.

Menantunya kemudian tidak terima dan mengajak istrinya untuk kembali ke rumah mereka di Leces.

"Akhinya terjadi cekcok. Dan menantu memukul saya dan suami dengan bambu hingga luka," ujar dia.

Adi Saputra mengaku kalau dirinya kesal karena mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan saat menjemput istrinya di rumah mertuanya.

"Tiga kali sudah dengan cara baik-baik. Namun mertua perempuan tidak memperbolehkan istri ikut dengan saya. Sehingga saya emosi dan memukul bahu kiri mertua perempuan dengan bambu. Untuk mertua laki, saya pukul kena bagian kepalanya," kata dia.

Di depan polisi, Adi mengaku bersalah dan menyesal atas perbuatannya.

"Saya menyesal," tukasnya.

Loading...

Kapolsek Leces, AKP Achmad Gandhi mengatakan pihaknya masih melakukan upaya mediasi kepada kedua belah.

"Karena keduanya masih ada hubungan keluarga, antara mertua dan menantu. Apalagi anak yang baru dilahirkan masih berusia tiga minggu," katanya.

Berita Terkait