Buaya yang Ditangkap Warga Lamongan Dievakuasi ke Maharani Zoo

jatimnow.com - Seekor buaya yang berhasil ditangkap warga Desa Parengan, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan dari Bengawan Solo telah dievakuasi ke Maharani Zoo, Kecamatan Paciran Lamongan, Jumat (9/7/2021).

Proses evakuasi binatang reptil air yang memiliki panjang 180 sentimeter dengan berat hampir 40 kilogram itu melibatkan Tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur, Pemdes Parengan dan pihak Maharani Zoo.

Kepala Resort Konservasi Wilayah (RKW) X Gresik-Lamongan, Agus Ariyanto menjelaskan jika evakuasi buaya jenis muara ini hanya bersifat sementara.

Nantinya pihak BKSDA dan Maharani Zoo akan melakukan pengkajian dan penilaian mengenai buaya muara tersebut.

"Kandang buaya di Maharani Zoo kapasitasnya hampir penuh, jadi pemindahan buaya kesini hanya bersifat sementara. Nanti setelah kami kaji akan kita kembalikan ke habitat aslinya di Bengawan Solo,” kata Agus.

Ia menjelaskan fenomena buaya muara di Bengawan Solo ini sebenarnya bukan hal yang baru. Dari catatan BKSDA Jawa Timur fenomena munculnya buaya muara di Bengawan Solo sudah ada sejak tahun 2018 di Desa Kalisari, Kecamatan Baureno, Bojonegoro. Saat itu BKSDA mendeteksi 6 ekor buaya muara.

Kemudian tahun 2019 BKSDA kembali mendeteksi kelompok buaya muara sebanyak 4 ekor di Desa Konang, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan.

Dan tahun 2021 kelompok buaya tersebut ditemukan di wilayah Desa Parengan, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan.

"Mereka ini tinggal berpindah-pindah. Kalau untuk kelompok buaya di Parengan ini kami prediksi ada sekitar empat ekor. Tapi bisa saja lebih,” ucapnya.

Ia menyebut, munculnya buaya muara di Parengan ini karena mereka menemukan tempat yang nyaman untuk berkembang biak.

"Kalau di dekat muara mungkin terlalu bising dengan lalu lintas perahu motor para nelayan. Karena itu mereka bergeser lebih ke dalam yang lebih tenang,” ujar Agus.

Ia juga mengungkapkan jika dilihat dari area penemuan buaya di Desa Parengan dengan di Desa Kalisari dan Desa Konang memiliki karakter yang hampir sama, yakni ada hamparan batu, tanah berpasir dan berkerikil serta semak-semak.

"Tempat seperti itu memang sangat disukai buaya. Selain cocok untuk bertelur dan menetaskan anak-anaknya, mereka juga memiliki tempat ideal untuk berjemur," terang dia.

Loading...

Namun karena daerah tersebut dekat dengan pemukiman warga Parengan maka saat buaya itu berjemur ditangkap warga pada Kamis (8/7) kemarin.

"Dan satu lagi alasan buaya tinggal di satu kawasan tertentu adalah mereka mudah mendapatkan makanan yang dibutuhkan untuk bertahan hidup,” pungkasnya.

Berita Terkait