jatimnow.com
Saat Pesanan Karangan Bunga Duka di Surabaya Naik Tiga Kali Lipat

Aktivitas para pedagang bunga di Jalan Kayoon, Surabaya

jatimnow.com - Tingginya kasus kematin pasien Covid-19 membuat para pedagang bunga di Jalan Kayoon, Surabaya kebanjiran pesanan rangkaian bunga ucapan duka. Pesanan naik tiga kali lipat.

Sebelumnya pesanan rangkaian bunga ucapan duka paling banyak 7 buah dalam sehari. Namun saat ini mereka mendapat pesanan bisa sampai 20 hingga 25 karangan bunga setiap harinya.

"Semenjak Covid-19 yang kedua ini, luar biasa rame (pesanan). Sehari bisa sampek 20 hingga 25. Itu selama PPKM Darurat," ujar salah satu staf administrasi di toko bunga Fran's Flower, Ahmad Susanto saat ditemui jatimnow.com, Selasa (13/7/2021).

Menurut Susanto, toko tempatnya bekerja bahkan pernah mengerjakan 50 karangan bunga duka dalam satu hari. Pria asal Lawang, Malang itu juga mengaku sampai kuwalahan untuk memenuhi pesanan.

Enam karyawan yang bekerja di sana bisa menyelesaikan karangan bunga paling cepat tiga jam.

"Kuwalahan. Itu kalau ngerjakan itu sendiri, cuman biasanya nambah pekerja. Terus yang nambah itu biasanya mobil pengiriman, biasanya ngambil orang luar," tambah dia.

Harganya yang dibandrol beragam, mulai dari Rp 400 ribu hingga Rp 1 juta rupiah, tergantung pemesan. Untuk karangan bunga ucapan duka biasanya rata-rata berukuran 2,5 meter.

"Yang membedakan bunganya. Semakin banyak ya semakin mahal," jelasnya.

Hal yang sama juga disampaikan Sriyani (40), pemilik toko bunga Sri Rejeki. Dia mengaku, dalam sepekan terakhir kebanjiran pesanan, bahkan hingga kuwalahan.

Sistem pemesanan yang bisa dilakukan secara online lebih dipilih pelanggan, karena mereka tidak perlu datang ke toko.

"Kebanyakan pesen online, jarang yang datang ke sini. Takut kalau ke sini, kan juga PPKM, orang takut keluar," ungkap Sriyani.

Dia mengaku, mayoritas pemesanan didominasi dari Surabaya, Sidoarjo dan Gresik. Untuk pengiriman Surabaya, dia menerapkan sistem free ongkir. Sedangkan untuk luar Surabaya, dia menetapkan tarif ongkir hingga Rp 250 ribu.

Terlepas itu, ibu dua anak itu mengaku mengalami sedikit kendala dalam proses pengiriman, karena banyak jalan yang ditutup selama PPKM Darurat.

"Harus cari-cari jalan muter dan jalan-jalan kampung banyak juga ditutup. Jadinya waktu pengirimannya semakin lama," sambung Sriyani.

Karena pesanan yang sangat melimpah, Sriyani rela untuk tidak libur. Dari 6 karyawan yang ia pekerjakan, dalam sehari bisa memproduksi 10 hingga 15 karangan bunga.

Loading...

"10 sampai 15. Kalau hari-hari biasa 10. Kalau lebih ya capek mas, sampai nolak-nolak. Biasanya gitu, saya lempar kalau nggak ngatasi, tapi atas namanya tetep sini," bebernya.

Sriyani menyebut untuk bahan baku bunga, dirinya mendatangkan langsung dari Kota Batu.

"Bunga yang pasti itu kadang-kadang sampai telat dari pengirimnya sana. Karena stoknya di Batu juga habis," pungkasnya.

Berita Terkait