jatimnow.com
Hama Tikus Hantui Petani di Gresik, 70 Penembak Jitu Dikerahkan

Para penembak jitu mengumpulkan tikus hasil buruannya di Gresik

Gresik - Kepala Desa Gredek Kedungbanteng, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, Bahrul Ghofar mengundang 70 penembak jitu yang tergabung dalam Community Bediler Gresik (CBG) untuk memburu tikus yang selama ini menghantui petani di desanya.

Langkah ini terpaksa diambil Kades Ghofar, karena ribuan tikus itu sudah sangat meresahkan warganya. Para petani selama ini banyak yang dirugikan akibat keberadaan tikus-tikus tersebut.

Ghofar berharap, dengan cara ini, diharapkan saat musim tanam tiba, populasi tikus bisa berkurang drastis sehingga bisa meminimalisir kerusakan tanaman padi.

"Tikus menjadi ancaman serius bagi para petani. Karena itu kami berkerjasama dengan Community Bediler Gresik untuk membantu kami dalam memberantas tikus," ungkap Ghofar, Minggu (31/10/2021).

Ghofar mengungkapkan, ratusan tikus berhasil ditembak mati dalam perburuan semalam. Melihat efektifnya cara tersebut, Ghofar kemudian berencana akan mengagendakan kembali kegiatan itu.

"Waktu perburuan sekitar dua jam, hasilnya para penembak berhasil mengumpulkan sekitar 730 ekor tikus," ungkapnya.

Ghofar menambahkan, cara membasmi tikus seperti ini dirasa lebih aman jika dibanding para petani harus memasang kawat beraliran listrik yang selama ini justru berisiko tinggi menelan korban jiwa. Namun selain itu, Pemdes Gredek Kedungbanteng juga telah membuat rumah burung hantu (rubuha).

Untuk memotivasi semangat para penembak, Ghofar menyiapkan hadiah bagi penembak yang berhasil mengumpulkan tikus paling banyak. Untuk juara 1 mendapat hadiah uang sebesar Rp 500 ribu, juara 2 Rp 400 ribu, juara ke 3 Rp 300 ribu.

Sedangkan untuk juara harapan 1 Rp 250 ribu, juara harapan 2 Rp 200 ribu dan Juara harapan 3 Rp 150 ribu.

Loading...

"Saya atas nama warga Desa Gredek Kedungbanteng berucap banyak terima kasih kepada teman-teman CBG yang telah berkenan menyisihkan waktunya untuk membantu petani dalam membasmi hama tikus," pungkas Ghofar.

Berita Terkait