jatimnow.com
Gelar Pameran Tunggal, Aliya Dapat Apresiasi dari Kartika Affandi

Aliya, pelukis cilik Sanggar Daun Gresik yang karyanya sudah menjuarai festival internasional. (Foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)

Gresik - Sanggar Daun Gresik kembali mementaskan karya siswanya ke publik. Sebanyak 40 lukisan karya Aliya Sakina Murdoko yang dikemas dalam pameran tunggal berjudul Coastal Life Art Journey In The Feature, resmi dipamerkan di Icon Mall Gresik.

Pameran dibuka langsung oleh Ketua sanggar Daun Arik Wartono, Sabtu (6/11/2021) malam dan akan berlangsung hingga 20 November mendatang.

Dalam sambutannya Arik menjelaskan, karya Aliya Sakina Murdoko bertemakan tentang nuansa masyarakat pesisir. Karena itu tak heran jika karya-karya yang ditampilkan memunculkan ikon-ikon khas maritim seperti beragam jenis perahu dan kapal.

Hotel Sahid Surabaya 2222 Best Wedding Dates

“Sejak masuk sanggar, Aliya memiliki bakat yang baik. Potensinya untuk menjadi seniman lukis terlihat sejak belia. Aliya lebih banyak melukis tentang kehidupan masyarakat pesisir, juga ombak (laut), hewan dan bunga,” kata Arik Wartono.

Arik melanjutkan, siswi kelas VI SD Laboratorium UM Malang itu hingga saat ini sudah 30 kali juara lomba lukis nasional maupun internasional. Salah satu karyanya yang berjudul bunga layu bahkan dinobatkan sebagai juara 1 festival seni internasional di Rusia.

“Yang terbaru karya lukisnya berjudul bunga layu menjuarai lomba di Moskow Rusia,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Aliya mengaku lebih menyukai melukis tentang ombak, kapal serta bunga dan hewan.

“Saya suka melukis ombak dan kehidupan pesisir. Sebelumnya saya juga suka melukis bunga dan hewan. Orang tua juga selalu memberikan motivasi agar karya saya dikenal banyak orang,” ujar Aliya.

Karya Aliya mendapat apresiasi dari pelukis nasional Kartika Affandi. Dalam sambutannya melalui rekaman video, Kartika sangat bangga dengan capaian Aliya yang bisa menjuarai festival seni internasional.

“Saya ikut bangga atas prestasi Aliya. Meski masih belia tapi sudah menjuarai festival seni internasional dan mampu menggelar pameran tunggal,” kata putri dari maestro lukis Indonesia Affandi itu.

Sementara orang tua Aliyah, Hardia Murdoko menjelaskan bakat lukis putrinya itu terlihat sejak masih balita. Saat itu Aliya kerap melukis telapak tangannya menggunakan cat air.

Loading...

Ia kemudian memberikan dukungan bagi bakat putrinya tersebut dengan mengikutkan Aliya untuk belajar melukis kepada seorang seniman di Malang. Dan pada tahun 2014 Aliya lebih memperdalam lagi ilmu melukisnya di Sanggar Daun Gresik milik Arik Wartono.

“Saya mendukung bakat Aliya, saya membebaskan anak berkesenian untuk perkembangan dirinya. Jika nantinya ia memilih menjadi seorang seniman itu terserah Aliya. Semoga bakatnya bisa lebih berkembang, menjadi seniman hebat,” harapnya.

Berita Terkait