jatimnow.com
Lamongan Raih Juara Umum MTQ XXIX Jatim

Khofifah serahkan piala ke Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (Foto: istimewa)

jatimnow.com - Perhelatan Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) XXIX Tingkat Provinsi Jatim resmi ditutup, Rabu (10/11) malam.

Kabupaten Lamongan ditetapkan sebagai juara umum, peringkat selanjutnya diraih Kabupaten Sidoarjo di peringkat kedua, Kabupaten Tuban di peringkat ketiga, Kabupaten Gresik di peringkat keempat, dan Kabupaten Lumajang di peringkat kelima.

Piala tersebut diserahkan langsung Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kepada Bupati Lamongan Yuhronur Efendi di Lapangan Nagara Bhakti Pendopo Ronggosukowati, Kabupaten Pamekasan.

Hotel Sahid Surabaya 2222 Best Wedding Dates

Selain penyerahan Piala Gubernur Jatim kepada Juara Umum, dalam penutupan kali ini juga diserahkan Bendera MTQ XXIX Jatim 2021 kepada tuan rumah penyelenggara MTQ XXX Jatim Tahun 2023 yakni Kota Pasuruan, yang diterima langsung oleh Wali Kota Pasuruan, Saifullah Yusuf.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menyampaikan rasa syukurnya karena gelaran MTQ Jatim kali ini berjalan lancar, aman, tertib dan sukses, baik sukses penyelenggaraan, sukses protokol kesehatan, sukses pemberdayaan ekonomi, serta sukses membangun atmosfer nilai-nilai Qur’ani.

"Terima kasih seluruh kafilah, terimakasih juga kepada seluruh masyarakat Pamekasan khususnya Bupati Pamekasan yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan MTQ kali ini. Bagaimana suasana MTQ ini begitu terasa di Kab. Pamekasan ini. Semoga MTQ ini menjadi penguatan kebersatuan kita, mempererat ukhuwah Islamiyah kita, dan bahwa dari spirit MTQ ini akan mendorong bangkitnya Jatim yang kita cintai ini," katanya dalam siaran pers yang diterima redaksi, Kamis (11/11/2021).

Menurutnya, pelaksanaan musabaqah ini memiliki makna penting dan sarat dengan nilai-nilai sakral yang bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran spiritual tentang arti pentingnya ajaran Al-Quran sebagai motivasi dan pedoman dalam membangun kepribadian umat Islam dewasa ini.

"Mari kita jadikan MTQ ini tidak hanya sekedar ajang untuk mengukir prestasi semata, melainkan lebih dari pada itu sebagai sarana perekat rasa kebersamaan, sarana membangun kekuatan berdasarkan nilai-nilai Islami dalam rangka menyukseskan pembangunan untuk Jatim yang aman dan sejahtera," jelasnya.

Selain itu, pemahaman dan pengetahuan terhadap Al-Quran akan menjadi satu kekuatan yang luar biasa dalam membangun tatanan akhlaqul karimah dalam diri maupun keluarga, dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

"Saya berharap nilai-nilai Qur’ani ini akan menjadi kekuatan kita untuk membangun masyarakat Jatim yang lebih baik, sejahtera lahir dan batin,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Mantan Mensos RI itu berharap MTQ ini tidak hanya dipahami sebagai kompetisi.

Loading...

Namun sesungguhnya merupakan salah satu momentum syiar Islam atau dakwah untuk lebih memasyarakatkan budaya baca, tulis dan pemahaman Al-Quran kepada masyarakat, agar kandungan nilai-nilainya dapat teraktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari.

"Apabila hal tersebut sungguh-sungguh kita upayakan, InsyaAllah suasana religius yang sangat terasa pada saat penyelenggaran MTQ ini, tidak berlalu ketika kegiatan ini selesai, namun tetap menjiwai seluruh dinamika kehidupan masyarakat baik di Pamekasan, maupun seluruh masyarakat Jatim," harapnya.

Berita Terkait