Usai Lebaran, Beberapa Harga Bahan Pokok di Surabaya Malah Naik

Editor: Arif Ardianto / Reporter: Arry Saputra

Salah satu pedagang ayam di Pasar Wonokromo Surabaya

jatimnow.com - Usai lebaran, sejumlah bahan pokok di Pasar Wonokromo Surabaya mengalami penurunan serta lonjakan, Sabtu (23/6/2018).

Harga daging ayam pada H+7 mengalai penurunan. Namun, untuk harga telur sebelum hingga sesudah Hari Raya Idul Fitri masih mengalami kenaikan.

Seperti yang terlihat di Pasar Wonokromo Surabaya pada Sabtu (23/6/2018). Harga bahan pokok yang mengalami kenaikan yakni telur ayam dan bawang merah. Harga satu kilogram telur ayam yang semula Rp 21 ribu per kilo, kini menjadi Rp 23 ribu per kilo.

Sementara bahan pokok yang mengalami penurunan yakni cabai merah besar yang semula Rp 40 ribu per kilo, kini turun  Rp 38 ribu per kilo.

Untuk bahan pokok lainnya cenderung masih stabil meliputi danging sapi Rp 110 ribu per kilo, minyak goreng curah Rp 10 ribu per liter, daging ayam Rp 39 ribu per kilo, gula pasir Rp 12 ribu per kilo, garam halus Rp 12 ribu per kilo, tepung terigu Rp 8 ribu per kilo.

Sedangkan mie instan Rp 2 ribu per bungkus, jagung pipilan Rp 9 ribu per kilo, kedelai impor Rp 8 ribu per kilo, kacang tanah Rp 25 ribu per kilo, ketela pohon Rp 4 ribu per kilo, susu kental manis Rp 9 ribu per gram, ikan teri Rp 70 ribu per kilo dan beras Rp 10 ribu per kilo.

Salah satu penjual ayam di Pasar Wonokromo Yono (51) mengatakan bahwa harga ayam mengalami lonjakan pada hari Sabtu dan Minggu. Potensi kenaikan harga ini dipicu karena tingginya kebutuhan masyarakat.

"Biasanya kenaikan harga pada hari Sabtu dan Minggu sekitar Rp 40 ribu per kilo hingga Rp 50 ribu per kilo. Kini kembali normal Rp 39 ribu per kilo," terang Yono saat ditemui jatimnow.com di Pasar Wonokromo Sabtu (23/6/2018).

Ditemui di tempat yang berbeda, Agus penjual telur ayam menerangkan untuk harga telur ayam mengalami kenaiakan setelah lebaran yang semula Rp 21 ribu per kilo, kini menjadi Rp 23 ribu per kilo.

"Untuk harga telur ayam mengalami kenaikan saat di awal ramadan hingga selepas lebaran. Hal tersebut disinyalir akibat kurangnya pasokan ke pasar-pasar tradisional,” ujarnya.

Sementara itu, di Pasar Wonokromo harga daging sapi merangkak naik pada H-7 yakni Rp 120 ribu per kilo yang pada awalnya Rp 100 ribu per kilo.

"Dulu kenaikan harga biasanya Rp 10 ribu. Tapi sekarang sudah mulai normal terus," pungkas Yono.

Reporter: Arry Saputra
Editor: Arif Ardianto

Tinggalkan Komentar

jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter