jatimnow.com
Tim Abmas ITS Hibahkan Green House dan Aquaponik untuk UMKM di Ponorogo

Tim Abmas ITS di Ponorogo

Surabaya - Tim pengabdian masyarakat (abmas) Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) menghibahkan greenhouse dan aquaponik pada mitra UMKM Jenang Murni Ponorogo.

Kegiatan abmas ITS ini dikemas embedded dengan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik mahasiswa dalam aplikasi pupuk cair organik secara aquaponik.

Ketua Tim Abmas KKN Tematik, yang sekaligus Koordinator Tim MB-KM ITS, Darmawan menjelaskan kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian civitas akademika ITS terhadap masyarakat.

"Bagi mahasiswa kegiatan ini juga sebagai pembinaan karakter kebangsaan khususnya untuk menumbuhkan kepedulian mahasiswa terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat," ujar Darmawan, Selasa (16/11/2021).

Terlebih lagi dengan adanya Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MB-KM), ITS sangat mendukung kegiatan seperti ini.

Darmawan menjelaskan KKN Tematik merupakan salah satu bentuk kegiatan pembelajaran (BKP) di luar kampus dari 8 BKP Program MB-KM yang telah dicanangkan Kemendikbud sejak tahun 2020.

"Ponorogo yang besar akan potensi air kelapa tua, limbah dari produksi Jenang, dibuat sebagai bahan utama pupuk organik cair (POC) yang dinamakan POCITS Green," ungkapnya.

Sementara itu masyarakat di Ponorogo khususnya di Pesantren Darut Tilawah mengalami kesulitan dalam mengembangkan pembesaran ikan lele.

Karena terjadi akumulasi amonia dan kurangnya aerasi oksigen di kolam. Dari kondisi tersebut, tidak jarang ikan sulit berkembang dan mati.

"Sehingga pemanfaatan limbah air kelapa tua yang dijadikan pupuk organik cair dalam kegiatan ini diintegrasikan dengan kolam ikan secara sistem akuaponik dengan tanaman sayuran," bebernya.

Hasil yang didapatkan, setelah menggunakan POC dikatakan Darmawan, cukup menggembirakan karena tanaman kangkung yang diamati memiliki akar yang kuat dan banyak dibandingkan kolam yang tidak diberi POC dengan prosentase ikan lele yang tumbuh dan hidup relative tinggi.

Selain itu, POCITS Green yang diproduksi mitra dan tim, dilihat hasil uji unsur makro telah memenuhi standar mutu sebagai pupuk organic cair sesuai Kepmentan RI No 261/KPTS/SR.310/M/4/2019 dengan N, P, K dan rasio C/N masing-masing 1,84 - 2,85 %; 2,51 - 4,29 %; 2,76 – 4,37 % dan 23,29 - 28,41 %.

"Kedepan, harapannya kualitas pupuk organik cair ini dapat lebih ditingkatkan lagi dan diproduksi secara masal untuk membantu masyarakat," sambung Darmawan yang merupakan doktor lulusan Kumamoto Universty Jepang ini.

Loading...

Kegiatan abmas KKN Tematik ini diikuti oleh 16 mahasiswa yang berasal dari 6 Departemen di ITS (Teknik Kimia, Teknik Kimia Industri, Teknik Material dan Metalurgi, Manajemen Bisnis, Teknik Informatika dan Teknik Lingkungan) dengan 5 anggota abmas dosen dari Departemen Teknik Kimia ITS.

Antara lain Lailatul Qodariyah, Orchidea Rachmaniah, Yeni Rahmawati, Siti Nurkhamidah dan Rendra Panca Anugraha sebagai pembimbing lapangan.

Berita Terkait