jatimnow.com
Pembacokan di Kota Mojokerto Didasari Pesta Miras

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Rofiq Ripto Himawan saat rilis di Mapolres Mojokerto. (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)

Mojokerto - Pelaku aksi pembacokan yang berawal dari perkelahian di Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto akhirnya ditangkap polisi. Adalah Mokhammad Bisri (42) yang tak lain warga setempat.

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Rofiq Ripto Himawan mengatakan, korban merupakan keponakan dari pelaku Mokhammad Bisri.

Baca juga: Pembacokan di Kota Mojokerto, Polisi Buru Dua Pelaku

Hotel Sahid Surabaya 2222 Best Wedding Dates

"Pelaku ini paman korban, dia ditangkap di Jombang. Kita juga amankan alat yang digunakan penganiayaan," kata Rofiq, Selasa (16/11/2021).

Aksi perkelahian itu, berawal dari pesta miras di depan rumah korban, kemudian terjadi percekcokan hingga berujung pembacokan.

"Percekcokan latar belakangnya adalah ucapan masalah tuduhan uang. Korban saat itu bersama bapaknya ada di situ sama-sama mengonsumsi miras dan terjadilah percekcokan dan penganiayaan," tukasnya.

Tersangka dituduh mencuri uang di tempat kerjanya. Tuduhan itu terus diucapkan oleh korban Sukis Eko Cahyono saat pesta miras berlangsung. Tersangka merasa kesal dan terjadilah perkelahian antara kedua tersangka dan korban.

Saat itu perkelahian sempat dilerai oleh mertua korban. Upaya tersebut tak membuahkan hasil. Mertua korban justru mendapatkan pukulan sebanyak 3 kali dari tersangka AT (DPO). Mengetahui mertuanya dipukul oleh AT, korban langsung melerai, namun dari belakang korban langsung dipukul oleh tersangka Mokhammad Bisri.

Kedua tersangka mengeroyok korban dengan tangan kosong. Perkelahian itu membuat tiang penyangga teras rumah korban roboh. Sebelum dibacok oleh tersangka Mokhammad Bisri, korban lari ke arah dapur untuk mengambil sebilah pisau.

"Dari arah depan tersangka MB sudah membawa pedang dan tersangka AT membawa sapu kayu, datang dari belakang. Korban dibacok pada bagian leher kiri hingga dada dan tangan kiri," paparnya.

Setelah dilakukan penyidikan, polisi mendapati pedang yang dibuang ke sungai setelah digunakan pelaku melakukan pembacokan.

Loading...

"Fakta di lapangan, kita melihat ada senjata tajam yang saat itu tidak kita temukan, tapi berdasarkan saksi-saksi dan warga yang menolong korban, membawa ke rumah sakit," pungkasnya.

Berita Terkait