jatimnow.com

Pengungsi Korban Erupsi Semeru Dapat Paket Tidur dari Smelting

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Sahlul Fahmi
Warga terdampak erupsi Gunung Semeru usai menerima bantuan dari PT Smelting (Foto: Humas PT Smelting for jatimnow.com) 🔍
Warga terdampak erupsi Gunung Semeru usai menerima bantuan dari PT Smelting (Foto: Humas PT Smelting for jatimnow.com)

Gresik - Sebanyak 30 kepala keluarga (KK) pengungsi korban erupsi Gunung Semeru di Dusun Kamar Kajang Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, mendapat bantuan paket tidur dan kebutuhan dasar lainnya dari PT. Smelting.

Puluhan KK terdampak tersebut menerima bantuan karena hingga kini keberadaan mereka masih tinggal di pengungsian. Sedang sebagian lagi masih menempati beberapa rumah warga lain yang masih utuh setelah erupsi Gunung Semeru.

Kondisi tersebut membuat PT. Smelting bersama Human Initiative menyalurkan bantuan kebutuhan dasar warga berupa paket tidur yang terdiri dari kasur dan selimut, peralatan mandi, dan paket perempuan senilai Rp50 juta untuk 30 KK.

Loading...

Salah satu warga terdampak, Abdullah mengaku kiriman dari Smelting tersebut sangat membantu kebutuhan dasar para pengungsi. "Yang masih ada kekurangan itu di alas tidur, selimut, paket (untuk) perempuan dan bayi," ungkap Abdullah usai menerima bantuan dari PT Smelting, Sabtu (26/12/2021).

Sementara Manager General Affairs PT. Smelting Indra SW Junor menyampaikan rasa prihatin atas bencana yang menimpa masyarakat terdampak, khususnya di Dusun Kamar Kajang.

"Saya tidak bisa membayangkan apa yang dialami bapak ibu dan adik-adik sekalian Semoga kehidupan anda semua bisa kembali normal dan erupsi tidak terjadi lagi. Semoga apa yang kami berikan bisa meringankan beban anda semua," ucap Indra.

Selain kebutuhan dasar sehari-hari, para pengungsi juga membutuhkan pendampingan psikososial dan trauma healing.

Untuk itu tim dari Kesehatan Mental Indonesia (KMI) dan Human Initiative juga memberikan pendampingan secara psikologis bagi warga terdampak maupun korban.

"Pastinya menyisakan trauma atau ketakutan, apalagi bagi warga yang kehilangan anggota keluarganya," tutur Hena Rustiana, Ketua KMI di lokasi pengungsian.

Loading...