jatimnow.com

Honorer Mengaku Tak Digaji, Kepala Puskesmas Gondang, Mojokerto Buka Suara

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Achmad Supriyadi
Puskesmas Gondang, Kabupaten Mojokerto (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com) 🔍
Puskesmas Gondang, Kabupaten Mojokerto (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)

Mojokerto - Kepala UPT Puskesmas Kecamatan Gondong, Kabupaten Mojokerto, dr Rohmatun Naja buka suara terkait sejumlah pegawai honorer yang mengaku tidak digaji.

Kepala Puskesmas Gondang, dr Rohmatun Naja mengatakan, dirinya baru dua pekan mejabat dan tidak mengetahui persoalan yang menimpa sekitar 18 pegawai honorer tersebut.

"Saya menjabat dua minggu. Cuma supaya tidak salah persepsi, honorer itu dari Dinas Kesehatan. Jadi tidak ada istilah honorer itu tidak dibayar, karena sudah masuk BOP (Bantuan Operasional Penyelenggaraan) dan BOK (Bantuan Operasional Kesehatan). Jadi yang dimaksud yang mana?" kata Naja, Selasa (28/12/2021).

Loading...

Baca juga:  Honorer Puskesmas Gondang Mojokerto Mengaku Tak Digaji 23 Bulan

Naja menambahkan, saat ini ada 12 pegawai honorer di Puskesmas Gondang yang masuk atau tercatat di Dinas Kesehatan (Dinkes).

"Ada dua honorer BOP dan 10 honorer BOK di UPT Puskesmas Gondang. Semuanya dari Dinkes, kita tinggal terima jadi. Bahkan tahun depan kita mau dikasih lagi," ungkap dia.

Naja menyatakan bahwa dirinya belakangan ini menandatangani perpanjangan kontrak pegawai honorer di Puskesmas Gondang yang berada di bawah Dinas Kesehatan.

"Saya tidak paham yang ini (honorer yang tidak digaji). Tapi ada sejumlah honorer yang diperpanjang per tahun ini," paparnya.

Sebelumnya, Diki Ragil Setia Putra (25), salah satu honorer yang tidak digaji mengaku bahwa dirinya tidak menerima honor sampai 22 bulan atau sejak Januari 2019 hingga November 2021 saat Puskesmas Gondang dikepalai drg Rosa Priminita.

Diki yang bertugas di bagian fungsional umum itu menerima surat keputusan (SK) yang ditetapkan dan ditandatangani oleh Kepala UPT Puskesmas Gondang saat itu, Drg Rosa Priminita pada 30 Desember 2019.

Ia hanya menerima honor satu kali senilai Rp 200 ribu dan sebelumnya dirinya tidak mendapatkan gaji.

Bukan hanya tidak mendapat gaji, Diki saat masuk ke UPT Puskesmas Gondang membayar sebesar Rp 30 Juta. Uang pembayaran itu dibayarkan oleh ayahnya Slamet Sudarto kepada Poniman yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Mojoanyar. Namun sekarang menjabat Sekcam Gondang.

Ketika dikonfirmasi terkait kebenaran hal tersebut, Poniman meminta agar Slamet Sudarto untuk menemui dirinya saja.

"Kamu tanya Slamet, suruh ke rumahku. Kalau memang begitu saya diminta menunggu di polsek juga mau, kan dia juga kenal aku," ujar Poniman.

Loading...