Pixel Code jatimnow.com

Program Rumah Tidak Layak Huni di Lamongan Disidak Wagub Jatim

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Sahlul Fahmi
Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak saat sidak program rumah tidak layak huni di Lamongan (Foto: Humas Pemkab Lamongan)
Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak saat sidak program rumah tidak layak huni di Lamongan (Foto: Humas Pemkab Lamongan)

Lamongan - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak melalukan sidak di rumah penerima program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Desa Sekarbagus, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, Kamis (30/12/2021).

Kehadiran Emil kali ini sebagai bentuk apresiasinya terhadap kinerja Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang telah melakukan respon cepat dalam mengurai kemiskinan terkhusus mengentaskan kemiskinan ekstrem.

Dalam programnya ini bupati yang akrab disapa Pak Yes tersebut membuat percontohan (pilot project) pengentasan desa kemiskinan ekstrem di 5 kecamatan, yaitu Sugio, Babat, Modo, Sambeng dan Kedungpring.

Dalam pilot project tersebut, Pak Yes melakukan respon cepat dalam menyalurkan berbagai program bantuan mulai dari penyaluran 180 buku tabungan program BSPS, BLT Dana Desa hingga BLT dana alokasi APBD Provinsi hingga kabupaten langsung kepada masyarakat rentan.

"Kerjasama yang baik dari Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam hal ini Pak Bupati dan seluruh jajaran tingkat kabupaten hingga kecamatan terutama yang berada di 5 kecamatan pilot project. Kami kesini meninjau kepada siapa yang menerima. Pak Yes sangat memfasilitasi kegiatan bedah rumah yang kita lihat bahannya dari bata ringan sangat bagus sekali," ungkap Emil.

Baca juga:
Jatim Tuntaskan Renovasi 1952 Rutilahu dan Pembangunan 210 Jambanisasi

Emil melanjutkan, untuk dapat memperoleh bantuan RTLH perlu penelusuran lebih rinci dari berbagai pihak. Mulai dari pengecekan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) hingga penyisiran lapangan. Hal itu dilakukan supaya bantuan yang disalurkan bisa tepat sasaran.

"Pak Yes beserta jajarannya sregep menyisir, mengecek detil masyarakat yang memerlukan bantuan, sehingga didapatkanlah 55 Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) Calon Penerima Bantuan (CPB)," ucap Emil.

Baca juga:
Pemkot Surabaya Telah Perbaiki 334 Rumah Tak Layak Huni

Sementara Pak Yes dalam kesempatan yang sama mengungkapkan, berbagai bantuan telah tuntas disalurkan. Dan untuk menyeimbangkan berbagai bantuan tersebut Pemerintah Kabupaten Lamongan telah memasukkan 200 bantuan RTLH dalam anggaran 2022 kepada masyarakat rentan lainnya.

"Seperti yang disampaikan Pak Wagub tadi, kami secara cepat menunaikan tugas menyerahkan berbagai bantuan kepada yang berhak menerima. Untuk desil 1 ini pun akan segera tuntas sesuai target. Sebelum 2024 sudah tuntas kemiskinan ekstrem di Lamongan," ungkap Pak Yes.