jatimnow.com

Siswa MI di Magetan Meninggal Usai Sehari Divaksin, Dinkes Usut Penyebabnya

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Mita Kusuma
Ilustrasi orang meninggal/jatimnow.com 🔍
Ilustrasi orang meninggal/jatimnow.com

Magetan - MRZ (10), seorang siswa madrasah ibtidaiyah (MI) di Magetan, dilaporkan meninggal, sehari usai divaksin.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Magetan, dr Rohmat Hidayat menyebut, siswa MI Al Abror Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan itu mengikuti vaksin pada 27 Desember 2021.

"Vaksinnya itu Senin tanggal 27 Desember lalu. Meninggalnya sehari setelahnya, 28 Desember (2021)," ujar dr Rohmat, Senin (3/1/2022).

dr Rohmat belum bisa memastikan apakah meninggalnya MRZ itu karena vaksin atau tidak. Karena saat ini masih dalam penelurusan.

Loading...

Menurutnya, MRZ melakukan vaksinasi di MI Belotan dengan screening terlebih dahulu sesuai aturan.

"Saat dilakukan screening, tidak ada komorbid, dinyatakan sehat dan layak vaksin. Sehingga dilakukan vaksin jenis Sinovac," ungkap dia.

Setelah divaksin, MRZ dioberservasi selama 15 menit dan dia tidak mengeluhkan apapun, sehingga diperbolehkan pulang.

"Sampi di rumah juga tidak ada keluhan. Makan, minum dan bermain seperti biasa," jelas dr Rohmat.

Sehari setelahnya, MRZ masuk sekolah. Korban sempat bermain game di handphone bersama teman-temannya hingga akhirnya tiba-tiba jatuh.

"Posisi jatuhnya gimana itu yang saya belum tahu. Tapi setelah jatuh tidak ada yang menolong. Teman-temannya berpikir hanya bercanda, karena si anak ini sering ngeprank," ungkap dia.

Karena MRZ tidak kunjung bangun, kedua orangtuanya lalu dipanggil ke sekolah. Saat dibawa ke rumah sakit, dia sudah dinyatakan meninggal dunia.

"Jadi sampai sekarang belum ada kesimpulan. Secara waktu memang sebelumnya divaksin. Tetapi belum tentu karena vaksin. Karena sebelumnya dia jatuh. Bisa saja ada luka benturan," papar dr Rohmat.

Dia membeberkan, sampai saat ini, di Magetan ada 15 ribu anak berusia 6-11 tahun yang sudah divaksin dari target 53 ribu.

"15 ribu itu tidak ada keluhan vaksin," tandasnya.