Pixel Code jatimnow.com

Pria Difabel Terlihat di Atas Kayu Terhanyut Arus Sungai Brantas Mojokerto

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Achmad Supriyadi
Kapolsek Ngoro Kompol Subiyanto saat mengecek TKP dugaan orang difabel hanyut. (Foto: Kapolsek Ngoro for jatimnow.com)
Kapolsek Ngoro Kompol Subiyanto saat mengecek TKP dugaan orang difabel hanyut. (Foto: Kapolsek Ngoro for jatimnow.com)

Mojokerto - Seorang pria diduga terhanyut arus Sungai Brantas saat buang air besar di Desa Sukoanyar, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Diketahui korban yakni Suwanto alias Wawan, seorang difabel warga Desa Kutogirang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Kapolsek Ngoro, Kompol Subiyanto mengatakan, dugaan korban hanyut terbawa arus Sungai Brantas itu setelah warga menemukan motor yang sudah dimodifikasi dengan roda 3 serta kursi roda itu ditemukan tanpa ada pemiliknya.

Banner Morula IVF Landscape

"Korban masuk lewat lapangan sepak bola yang berada ditepi Sungai Brantas diduga mau buang air besar. Lalu ada saksi Juwari yang tahu ada orang mengendarai motor roda tiga didatangi, korban meminta tolong untuk menurunkan kayu yang ada di atas motornya katanya mau buang air besar," kata Subiyanto, Kamis (20/1/2022).

Mantan Kapolsek Trowulan ini menambahkan, saksi lalu balik ke warung. Satu jam kemudian, ia kembali untuk melihat korban, namun korban tidak terlihat.

"Saksi turun lagi kepinggir Brantas digunakan buang air besar ternyata korban sudah tidak ada, hanya tinggal baju, sarung, sepeda motor roda tiga dan kursi roda milik korban," ungkap Subiyanto.

Masih kata Subiyanto, mengetahui korban tidak ada ditempat, lalu Juwari meminta bantuan ke Senari untuk ikut mencari.

"Sekitar kurang lebih 500 meter dari tempat buang air kecil saksi mengetahui korban di atas kayu terbawa arus Sungai Brantas sambil tangannya mengayun-ayun ke air," tukasnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian dan Basarnas masih melakukan pencarian kepada korban yang sampai sekarang belum ditemukan.

Loading...

"Menurut keterangan ibu kandung korban Darmani Nidoma korban sudah lima hari tidak pulang. Kami sudah menghubungi Basarnas dan saat ini korban masih dalam pencarian. Mudah-mudahan cepat ditemukan dalam kondisi hidup," pungkasnya.

Loading...