Pixel Code jatimnow.com

Siswa SD Temukan Jenazah Janin Bayi Mengapung di Sungai Kutisari Surabaya

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Zain Ahmad
Siswa SD menemukan jenazah janin dalam kotak terapung di sungai. (Foto: Zain Ahmad/jatimnow.com)
Siswa SD menemukan jenazah janin dalam kotak terapung di sungai. (Foto: Zain Ahmad/jatimnow.com)

Surabaya - Warga Jalan Kutisari Selatan Gang Ekonomi, Tenggilis, Surabaya geger. Ditemukan jenazah janin bayi dalam kotak plastik warna hijau yang mengapung di atas sungai, Senin (24/1/2022).

Janin yang diperkirakan berusia 3-4 bulan itu pertama kali ditemukan oleh siswa sekolah dasar (SD) bernama Rafli, sekitar pukul 10.43 WIB. Saat itu, ia sedang istirahat sekolah dan mencari tempat atau kotak untuk makanan ikan.

Merasa senang mendapatkan kotak tersebut, lantas diambil dan dibuka oleh Rafli. Namun, saat dibuka ternyata di dalam kotak tersebut tercium bau kurang sedap.

Karena takut, Rafli lantas meletakkan kembali kotak tersebut di sungai dan memanggil teman sekolahnya. Saat kembali ke sungai, kotak tersebut berpindah tempat hanyut dan ditemukan kembali sekitar 10 meter dari titik awal tadi.

Baca juga:
Pembuang Bayi di Songgoriti, Kota Batu Ditangkap!

Rafli kemudian meminta bantuan warga sekitar dan mengambil kotak tersebut dari sungai. Saat dibuka, ternyata isinya adalah jenazah janin bayi. Mengetahui itu, warga kemudian melapor ke polisi.

Kanitreskrim Polsek Tenggilis Mejoyo, Ipda Deddy Setiawan membenarkan temuan jenazah janin bayi tersebut. Saat ini, pihaknya mengaku masih melakukan penyelidikan.

Baca juga:
Bayi Dalam Kantong Plastik Dibuang di Songgoriti, Ditemukan Sudah Membiru

"Jadi benar. Awal kita mendapatkan informasi penemuan orok bayi dari warga Kutisari. Kemudian kita datangi lokasi dan mengamankan TKP. Menunggu dari Tim Inafis. Setelah itu melakukan olah TKP. Untuk orok bayi sudah dibawa ke RSU dr Soetomo untuk dimintakan visum et repertum. Untuk saksi masih dilakukan pendataan guna dimintai keterangannya," terangnya saat dikonfirmasi.

Loading...

"Yang pasti saat ini masih dilakukan penyelidikan. Mohon waktu," tambah Deddy.

Loading...