Pixel Code jatimnow.com

Minyak Goreng di Kota Probolinggo Langka, Panic Buying Diduga Jadi Pemicu

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Mahfud Hidayatullah
Ilustrasi stok minyak goreng di minimarket kosong (Foto: Dok. jatimnow.com)
Ilustrasi stok minyak goreng di minimarket kosong (Foto: Dok. jatimnow.com)

Probolinggo - Minyak goreng kemasaan di sejumlah toko modern di Kota Probolinggo mengalami kelangkaan. Kelangkaan diduga dipicu panic buying.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Koperasi Usah Mikro, Perdagangan dan Perindustrian Kota Probolinggo, Fitriawati.

"Semua pertokoan yang tergabung dalam Apindo wajib menerapkan harga minyak goreng Rp 14 ribu per liter. Karena harganya sudah disubsidi pemerintah," ungkap Fitriawati, Senin (24/1/2022).

Banner Morula IVF Landscape

Fitriawati mengakui bahwa memang saat ini minyak goreng di sejumlah toko modern di wilayahnya mengalami kelangkaan.

"Mendengar harga minyak goreng murah Rp 14 ribu per liter, disinyalir terjadi punic buying atau pembelian berlebih," jelas dia.

Padahal, lanjut Fitriawati, pemerintah sudah menjamin ketersedian stok minyak goreng dalam 6 bulan ke depan.

"Jangan sampai warga punic buying. Kalau itu tidak terjadi, maka secara otomatis stok minyak akan mudah didapat warga," tegasnya.

Sementara Agustin, salah satu warga Kota Probolinggo mengaku kesulitan mendapatkan minyak goreng dengan harga Rp 14 ribu rupiah per liternya.

"Saya mendengar minyak goreng kemasan murah, akhirnya saya langsung mendatangi minimarket. Namun petugasnya bilang sudah tidak ada minyak gorengnya," aku Agustin.

Agustin bahkan sudah mencoba mendatangi minimarket lainnya. Namun tetap saja dia tidak mendapatkan.

Loading...

"Minyak goreng murah sulit didapat, stoknya kosong," tambahnya.

Loading...