Pixel Code jatimnow.com

Waspada! 17 Warga Jatim Meninggal karena Demam Berdarah di Awal Tahun 2022

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Farizal Tito
Kepala Dinkes Jatim dr Erwin Astha Triyono. (Foto: Farizal Tito/jatimnow.com)
Kepala Dinkes Jatim dr Erwin Astha Triyono. (Foto: Farizal Tito/jatimnow.com)

Surabaya - Sebanyak 17 orang meninggal dunia akibat Demam Berdarah Dangue (DBD) di awal tahun 2022.

Berdasar data dari Dinkes Jatim menunjukkan, sejak tanggal 1 hingga 24 Januari 2022 terdapat 977 orang mengalami DBD.

Tertinggi pasien berasal dari Bojonegoro, Nganjuk dan Malang. Kemudian tiga terendah ada di Kota Blitar, Kota Pasuruan dan Kabupaten Pasuran.

Banner Morula IVF Landscape

Dari 977 orang tersebut, sebanyak 17 pasien meninggal dunia. Yakni berasal dari Pamekasan 3 pasien, Bojonegoro dan Nganjuk 2 pasien. Lalu masing-masing, 1 pasien berasal dari Bangkalan, Kediri, Madiun, Malang, Kota Malang, Kota Mojokerto, Kota Probolinggo, Sidoarjo, Situbondo dan Tulungagung.

Sedangkan tahun 2021 lalu, pasien DBD berjumlah 6.300 orang dengan angka kematian 70 orang, terbanyak berasal dari Nganjuk.

Atas peristiwa itu Dinas Kesehatan Jawa Timur (Dinkes Jatim) mengimbau masyarakat agar waspada terhadap penyebaran wabah DBD.

"Kami mengajak masyarakat agar senantiasa melakukan pencegahan terhadap penyebaran wabah demam berdarah dengan 3M. Yakni, menguras, membersihkan dan menutup tempat berpotensi menjadi sarang nyamuk," Kepala Dinkes Jatim dr Erwin Astha Triyono, Rabu (26/1/2022).

"3M ini kunci untuk mencegah jangan sampai kasusnya membludak atau meningkat," imbuhnya

Oleh karena itu, pihaknya menegaskan akan memasifkan sosialisasi upaya preventif dan promotif kepada masyarakat. Kemudian menggalakkan penggunaan fogging maupun abate terutama bagi wilayah yang ditemukan kasus pasien DBD.

"Karena bagaimanapun demam berdarah tidak lepas dari faktor utamanya nyamuk. Sehingga ke depan, edukasi ke masyarakat terkait 3M menjadi kunci terbaik," tandasnya.

Loading...

 

Loading...