Pixel Code jatimnow.com

DPRD Gresik Dorong TPST Belahanrejo Segera Dibangun

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Sahlul Fahmi
Sekretaris Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi saat memantau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Desa Belahanrejo, Kecamatan Kedamean (Foto: Dok. pribadi Abdullah Hamdi)
Sekretaris Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi saat memantau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Desa Belahanrejo, Kecamatan Kedamean (Foto: Dok. pribadi Abdullah Hamdi)

Gresik - Sekretaris Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi menyorot kondisi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Desa Belahanrejo, Kecamatan Kedamean yang dinilai memprihatinkan.

Menurut Hamdi, TPST di Desa Belahanrejo tiap harinya bisa menampung 200 ton sampah. Oleh sebab itu ia berharap Pemkab Gresik bisa segera membangun TPST tersebut agar permasalahan sampah di sana bisa ditangani dengan baik.

"Pembangunan TPST di Desa Belahanrejo, Kecamatan Kedamean saat ini sangat penting," ungkap Hamdi, Rabu (2/2/2022).

Hamdi menilai, selain dibangun juga perlu adanya edukasi kepada masyarakat bahwa sampah jika dikelola dengan baik akan memiliki nilai ekonomis. Tentunya untuk bisa menghasilkan uang, sampah harus dikelola dengan tepat baik dari pemilahan maupun pengumpulan.

"Kita harus mengubah pemikiran bahwa sampah yang dikelola menjadi sampah yang bisa menghasilkan uang. Sedang untuk pemerintah harus menyiapkan struktur terkait dengan TPS (Tempat Pembuangan Sampah) di setiap desa," jelas dia.

Hamdi menambahkan, jika nantinya ada pelanggaran pihak terkait untuk segera memberikan sanksi yang tegas terhadap masyarakat yang masih membuang sampah di sembarang tempat.

"Nanti harus ada pemberian sanksi kepada masyarakat yang membuang sampah sembarangan," tegas Hamdi.

Baca juga:
Momen Mas Dhito Ikuti Rakor Pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung dari Warung

Untuk merealisasikan hal itu, perlu adanya kolaborasi dengan pemerintah desa, pemerintah kabupaten, stakeholder dan termasuk DPRD untuk memberikan edukasi terhadap masyarakat terkait dengan sampah.

"Sebagai contoh adalah TPS di Menganti yang merupakan hasil dari kolaborasi antara anggota DPRD, pemerintah desa dan kecamatan, Dinas Lingkungan Hidup Gresik serta Dinas PU," papar dia.

Dinas Lingkungan Hidup juga didorong untuk memberikan bantuan pengangkutan. Sedangkan Dinas PU untuk alat beratnya. Sementara pemerintah desa siap untuk membantu terkait pemenuhan kebutuhan solar dan tenaga yang mengerjakan di sana.

Baca juga:
Bongkar Segel Ruko Jalan Majapahit, Satpol PP Kota Mojokerto: Bisa Dipidanakan

"Kita tetap optimis bahwa sampah ini akan menjadi hal yang menarik kalau sudah dipilih dan dipilah. Mudah-mudahan pembangunan TPST di Desa Belahanrejo ini bisa segera terwujud," ujar Hamdi.

Dia menyebut, dalam perhitungan di TPST Desa Belahanrejo, per harinya bisa menampung 200 ton. Dan itu bisa habis karena dipilih dan dipilah baik yang organik maupun yang non organik seperti sampah plastik, kertas hingga logam.

"Di TPST Belahanrejo bisa menampung 200 ton sampah, setelah dipilah sampah tersebut bisa menghasilkan uang," pungkasnya. (ADV)