Pixel Code jatimnow.com

Sungai Kali Lamong Kembali Meluap, 8 Desa di Gresik Terendam Banjir

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Sahlul Fahmi
Jalan salah satu desa di Gresik terendam akibat luapan Sungai Kali Lamong (Foto: Dok. BPBD Kabupaten Gresik)
Jalan salah satu desa di Gresik terendam akibat luapan Sungai Kali Lamong (Foto: Dok. BPBD Kabupaten Gresik)

Gresik - Ratusan rumah dalam 8 desa di Kecamatan Balongpanggang dan Benjeng, Kabupaten Gresik terendam banjir akibat luapan Sungai Kali Lamong, Kamis (10/2/2022).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, Tarso Sagito menyebut, semula hanya 5 desa yang terendam banjir pada Kamis pagi. Lima desa itu adalah Desa Dapet, Sekarputih, Wotansari dan Banjaragung di Kecamatan Balongpanggang dan Desa Lundo di Kecamatan Benjeng.

Namun pada siang hari, ada tiga desa lain yang turut terdampak meluapnya Sungai Kali Lamong itu.

"Ada tiga desa lagi yang ikut terendam yakni Desa Pucung, Kecamatan Balongpanggang. Kemudian Desa Sedapurklagen dan Deliksumber di Kecamatan Benjeng," terang Tarso.

Tarso menambahkan, air Sungai Kali Lamong yang meluap ke Desa Pucung bahkan merusak jalan poros desa sepanjang 450 meter. Jalan ini menghubungkan Desa Pucung dengan Banjaragung.

Baca juga:
Tinjau Banjir Luapan Sungai Kali Lamong, Bupati Gresik Beberkan Solusi Terbaik

"Banjir di Desa Pucung genangan air mencapai 20 hingga 40 sentimeter. Sedang area persawahan yang terendam mencapai 29 hektar," ucapnya.

Sementara banjir yang melanda Desa Sedapurklagen di Kecamatan Benjeng, membuat jalan poros yang tergenang air mencapai 400 meter dengan ketinggian air 20 hingga 50 sentimeter. Sedang jalan lingkungan sepanjang 1200 meter juga tergenang dengan ketinggian air mencapai 10 hingga 40 sentimeter.

"Air juga menggenangi 75 hektare sawah dan 95 rumah warga di Desa Sedapurklagen," ujar Tarso.

Baca juga:
Banjir Rob Terjang Desa Banyuwangi Gresik, Ratusan Rumah Sempat Terendam

Sedangkan Desa Deliksumber, jalan poros yang tergenang air sepanjang 300 meter dengan ketinggian air 10 hingga 40 sentimeter. Untuk jalan lingkungan sepanjang 2600 meter tergenang air setinggi 20 hingga 60 sentimeter.

"Persawahan seluas 45 hektare, dan 148 rumah warga di Desa Deliksumber juga terendam," pungkasnya.