Pixel Code jatimnow.com

Memasuki Usia 32 Tahun, Perum Jasa Tirta I Perkuat Aspek IT dan SDM

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Galih Rakasiwi
Tangkapan layar webinar HUT ke-32 PJT I. (Foto: PJT I for jatimnow.com)
Tangkapan layar webinar HUT ke-32 PJT I. (Foto: PJT I for jatimnow.com)

Malang - Memasuki usia 32 tahun, Perum Jasa Tirta (PJT) I kian memperkuat aspek informasi teknologi dan sumber daya manusia (IT dan SDM). Direktur Operasional PJT I, Milfan Rantawi menegaskan, di era disrupsi saat ini aspek IT menjadi penentu dengan SDM yang harus mengikuti perkembangan zaman.

"Kami harus terus menambah wawasan dan pemahaman insan PJT I dalam menghadapi era disrupsi. Pengembangan teknologi industri 4.0 untuk menunjang proses bisnis PJT I, merupakan disrupsi yang mutlak harus dihadapi oleh seluruh insan perusahaan," ucap Milfan dikonfirmasi, Sabtu (5/3/2022).

Ia menjelaskan, penguatan IT dan SDM menjadi salah satu prioritas perusahaan. "Bahwa untuk dapat menghadapi transformasi yang unpredictable (tidak bisa diprediksi) kedepan. Sehingga diperlukan tim yang sehat secara fisik maupun mental serta adaptif terhadap perubahan," jelasnya.

Banner Morula IVF Landscape

Terlebih, lanjut dia, di tengah situasi pandemi Covid-19 terjadi peningkatan terhadap kebutuhan teknologi digital. Sehingga, perusahaan dituntut untuk melakukan lompatan besar di seluruh mata rantai kegiatan bisnisnya.

"Penguatan IT ini sangat diperlukan untuk menjaga kualitas produk dan layanan serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam proses bisnis. Untuk mendukung keberhasilan perubahan yang dilakukan oleh perusahaan, tidak bisa dipungkiri bahwa perlu adanya penyiapan kualitas SDM yang adaptif. Sehingga diharapkan perubahan tersebut dapat berjalan lancar," tuturnya.

Salah satu upaya penguatan IT dan SDM, BUMN pengelola sumber daya air itu menggelar webinar dengan mengusung tema "Stronger Together, Facing a Bright Future". Penguatan IT dan SDM menjadi latar belakang sekaligus topik webinar yang dapat diakses tidak hanya oleh seluruh insan perusahaan tapi juga oleh masyarakat umum.

Dr. -Ing. Paryanto selaku Kreator Program INDI 4.0 di Kementerian Perindustrian membahas mengenai penyiapan perusahaan dan berbagai sumber daya yang dibutuhkan untuk dapat bersiap menghadapi era 4.0.

"Perusahaan perlu mempersiapkan strategi pengembangan IT, dan ini tentunya memerlukan komitmen dari top manajemen hingga level pelaksana," kata pria yang berprofesi sebagai dosen di Universitas Diponegoro tersebut.

Menurutnya, penggunaan teknologi tepat guna dengan penerapan budaya kerja profesional menjadi kunci keberhasilan proses transformasi 4.0. "Dan tentunya agar proses transformasi dapat berjalan berkelanjutan, perlu ditetapkan sistem monitoring dan evaluasi secara terstruktur," ujarnya.

Topik yang selanjutnya menjadi pembahasan adalah terkait kesehatan mental. Direktur sekaligus founder Analisa Personality Development Center (APDC), Analisa Widyaningrum memaparkan topik mengenai kesehatan mental menghadapi tuntutan pekerjaan dan lingkungan kerja yang semakin tak terprediksi. Ia menjelaskan bahwa semua orang sedang berada dalam kondisi yang sama, dikarenakan adanya pandemi Covid-19.

Loading...

Ia berpesan tentang pentingnya menjaga kondisi fisik dan pikiran (mental) agar dapat secara konsisten memberikan yang terbaik dalam pekerjaan. Karena kedepan, lanjut dia, disrupsi atau perubahan menjadi sebuah tuntutan bagi suatu ekosistem untuk dapat terus bertahan.

"Kita tidak akan pernah tahu perubahan apa yang akan dihadapi. Untuk itu kita perlu mengatur mindset dan menghindari stress agar segala perubahan yang ada dapat menjadikan turning point untuk kita dapat lebih berkembang. Salah satunya dengan mengatur manajemen waktu dalam melakukan pekerjaan dan pemenuhan kebutuhan pribadi atau keluarga. Keduanya harus terpenuhi, namun jangan sampai saling mengganggu," tutupnya.

Loading...