Pixel Code jatimnow.com

Jalan Rusak di Kecamatan Bareng, Jombang Dikeluhkan Warga

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Elok Aprianto
Kondisi jalan rusak di Desa/Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Kondisi jalan rusak di Desa/Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

Jombang - Kondisi jalan berlubang yang ada di Desa/Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang dikeluhkan warga. Mereka berharap pemerintah setempat segera melakukan perbaikan.

Lokasi jalan rusak ini terpantau mulai Pasar Bareng ke arah utara Desa Banjaragung, Kecamatan Bareng.

Menurut Mujiadi (55), warga setempat, akibat jalan rusak itu, banyak pengguna jalan menjadi korban.

Banner Morula IVF Landscape

"Banyak yang motornya rusak. Beberapa juga ada yang terjatuh saat melintas," ujar Mujiadi pada sejumlah wartawan, Minggu (6/3/2022).

Mujiadi menyebut, kerusakan jalan di sana sudah lama. Perbaikan hanya dilakukan tambal sulam saja, sehingga tidak bisa bertahan lama.

"Perbaikannya juga asal-asalan kayaknya. Tidak berselang lama gitu rusak lagi," jelas dia.

Diungkapkan Mujiadi, saat ini kondisi jalan tersebut semakin parah, lantaran tidak segera diperbaiki. Sehingga lubang semakin menganga.

"Dulu memang tidak selebar dan sedalam ini. Sekarang dibiarkan malah menjadi semakin lebar dan dalam," ungapnya.

Mujiadi menambahkan, jalan ini juga sering dilewati kendaraan besar dan bermuatan berat, sehingga jalan semakin cepat rusak.

"Gimana nggak cepet rusak, jalan ini dilewati truk-truk besar," tambah dia.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jombang, Bayu Pancoroadi mengaku bahwa pemerintah sudah menganggarkan belasan miliar rupiah untuk pemeliharaan jalan rusak.

"Kami sudah mempunyai longlist untuk kerusakan jalan di Kabupaten Jombang beserta anggarannya dan sudah kita ajukan di RKPD 2022 kemarin," tegas Bayu.

Meski begitu, Bayu menyebut bila anggaran regular di Tahun 2022 tidak bisa meng-cover seluruh perbaikan jalan rusak. Sehingga pihaknya juga menunggu anggaran dana alokasi khusus (DAK).

"Mencoba untuk mencari anggaran selain APBD, yaitu melalui DAK," ujar dia.

Bayu menegaskan, anggaran pemeliharan jalan rusak di Jombang mencapai belasan miliar setiap tahunnya. Anggaran itu digunakan untuk mencegah agar kerusakan jalan tidak semakin parah.

"Artinya kami mencoba menutup lubang-lubang yang posisinya terlalu dalam. Dan di pemeliharan itu, tidak bisa kita mengharapkan nantinya jalan menjadi mulus. Ya hanya yang berlubang saja yang kita tutup," paparnya.

Loading...

Bayu merinci, anggaran pemeliharan jalan rusak di Jombang setiap tahunnya mencapai angka Rp 10 miliar lebih.

"Setiap tahun itu sekitar Rp 12 miliar mas. Itu sebenarnya juga diperuntukkan untuk mempertahankan kondisi jalan yang sebenarnya sudah baik. Tidak memperbaiki jalan dengan lubang yang terlalu dalam. Karena lubang yang dalam langsung kita lakukan rekontruksi atau rehabilitasi jalan," pungkasnya.

 

Loading...