Pixel Code jatimnow.com

2 Kecamatan di Lamongan Berpotensi Endemi DBD, Ratusan Anak Terjangkit

Editor : Sofyan Cahyono Reporter : Adyad Ammy Iffansah
Ilustrasi demam berdarah.
Ilustrasi demam berdarah.

Lamongan - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Lamongan meningkat dan berpotensi menjadi endemi. Bahkan ratusan anak sudah terjangkit. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan, sebanyak 129 anak dinyatakan terjangkit DBD hingga Maret. Pertengahan bulan ini saja ada 10 kasus.

"Data update 129 orang dinyatakan terserang DBD sampai Maret. Di Januari ada 87 orang terjangkit. Sedangkan Februari ada 32 orang, dan tambahan bulan ini 10 orang," ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Lamongan dr Indra Sani, Senin (14/3/2022).

Penderita DBD banyak dari kalangan pelajar dan jumlahnya terus bertambah sepanjang musim penghujan. "Kasus mendominasi anak-anak yang dalam rentan usia 5 sampai 14 tahun," paparnya.

Baca juga:
Rekap Kasus DBD di Ponorogo Selama Tahun 2022 Meningkat, Ini Sebabnya

Kecamatan Lamongan dan Kecamatan Babat adalah wilayah dengan pontensi penyebaran tinggi. Hal itu dibuktikan dari data yang masuk, bahwa dua wilayah tersebut menyumbang angka kasus tertinggi di seluruh Kabupaten Lamongan.

Baca juga:
Awal Tahun 2023, Ada 18 Warga di Ponorogo Terjangkit DBD

Menanggapi kejadian tersebut, Indra mengimbau agar kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di seluruh Puskesmas memasifkan peninjauan. "Memasifkan seluruh kader Jumantik di Puskesmas-puskesmas. Warga juga bisa mewaspadai adanya potensi jentik dengan menjadi Jumantik mandiri," pungkasnya.