Pixel Code jatimnow.com

Kirim 65 Mobil ke NTB untuk Event Mandalika, Warga Malang Mengaku Tertipu

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Galih Rakasiwi
Mobil milik agen perjalanan asal Kota Malang yang terparkir di Dishub NTB. (Foto: Dishub NTB)
Mobil milik agen perjalanan asal Kota Malang yang terparkir di Dishub NTB. (Foto: Dishub NTB)

Malang - Agen perjalanan asal Kota Malang merugi hingga Rp600 juta setelah tertipu perjanjian sewa mobil sebanyak 65 unit untuk pendukung kebutuhan MotoGP Mandalika 2022.

Lebih nahas lagi, Usman Hadi, pemilik CV Hafiz Jaya dan istrinya, 6 rekan, serta 65 unit mobil terkatung-katung di Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Bingung gak bisa pulang. Istri saya sampai resah hingga stres sebab gak ada kejelasan. Bahkan mobil yang saya bawa menganggur di halaman Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi NTB," ujar Usman yang berlamat di Kecamatan Sukun, Kota Malang itu, Sabtu (19/3/2022).

Banner Morula IVF Landscape

Secara singkat Usman menceritakan dugaan penipuan oleh salah satu orang berinisial DD yang membuat perjanjian sewa kendaraan dengannya. Perjanjian sewa selama 8 hari, yakni sejak 16 hingga 21 Maret.

"Jadi awalnya saya dihubungi oleh DD untuk membuat perjanjian sewa secara resmi. Dia juga minta mobil macam-macam contohnya Pajero, Hiace hingga Fortuner. Janjinya mobil datang kita akan dibayar setengah. Tapi ya gitu sampai sekarang gak ada kejelasan," imbuh dia.

Lanjut Usman, DD sendiri mengaku bekerja di Astindo (Asosiasi Perusahaan Penjual Tiket Penerbangan Indonesia) NTB. Bahkan dirinya juga menemui DD di kantor Astindo.

"Surat yang dikirim juga pakai kop Astindo NTB. Saat perjanjian kerja sama diterima, DD sempat menjanjikan tempat tinggal hingga makan. Namun nyatanya tidak sama sekali. Kita ditinggal begitu saja," tuturnya.

Bahkan Usman bersama rombongan tidak tahu harus kemana, makan dan tidur tidak kesulitan. Usman sempat melakukan komunikasi dengan pihak Astindo. Tapi pihak Astindo beralasan bahwa DD melakukan kerja sama secara personal dan tidak memberitahu kepada pihak kantornya.

"Sudah (komunikasi dengan Astindo). Tapi tetap aja mereka bilang kita gak tahu urusan Astindo. Tahunya itu urusan pribadi. Ya saya kembalikan lagi kan kop surat pakai Astindo dan ada stempel, tanda tangan. Anehnya, kan gitu kita kayak dilepeh gitu aja," ucapnya.

Lalu kembali saat komunikasi dengan DD, dia beralasan tak memiliki uang untuk membayar mobil-mobil yang dia sewa. Sekarang Hadi bersama 6 orang lainnya merasa bingung, karena tak tahu harus kemana.

Loading...

"Yang saya inginkan cepat pulang dan membawa mobil kembali ke Kota Malang. Tapi kembali lagi perjalanan pulang ke Kota Malang untuk menyeberangkan 65 unit mobil butuh uang sekitar Rp90 juta lebih," keluhnya.

Loading...