Pixel Code jatimnow.com

8 Orang Komplotan Bandit Sadis di Surabaya Diberangus, Isap Sabu Sebelum Beraksi

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Zain Ahmad
Komplotan bandit sadis dan barang bukti kejahatannya diamankan di Mapolsek Asemrowo, Surabaya (Foto-foto: Zain Ahmad/jatimnow.com)
Komplotan bandit sadis dan barang bukti kejahatannya diamankan di Mapolsek Asemrowo, Surabaya (Foto-foto: Zain Ahmad/jatimnow.com)

Surabaya - Komplotan bandit sadis yang kerap membegal, menjambret dan mencuri motor di Surabaya, Gresik hingga Sidoarjo diberangus Unit Reskrim Polsek Asemrowo. Dari 8 pelaku yang diamankan, satu di antaranya di bawah umur.

Para pelaku adalah MFA (20), warga Tambak Asri, AAF (18) warga Kalianak Timur, MR (19) warga Kalianak Timur, RSB (17) warga Simo Magerejo, S (32) warga Tambak Asri, MS (15) warga Tambak Asri, HS (25), warga Tambak Asri dan F (23) warga Kalianak Timur.

"Komplotan ini sudah cukup lama kami buru, target operasi kami, karena sangat meresahkan. Selain jambret, begal, mereka juga mencuri motor," kata Kapolsek Asemrowo, Kompol Hari Kurniawan, Senin (21/3/2022).

Banner Morula IVF Landscape

Hari menjelaskan, komplotan diringkus setelah timnya melakukan penyelidikan mendalam. Ada yang ditangkap di rumahnya, juga di tempat persembunyiannya.

"Komplotan ini kami tangkap di tempat yang berbeda, setelah kami lakukan penyelidikan hampir satu minggu usai mendapat informasi keberadaannya. Mereka cukup licin," jelasnya.

"Total ada delapan orang. Satu di antaranya masih anak-anak. Dua lainnya masih remaja. Ini sangat miris," tambah Hari.

Komplotan bandit sadis diamankan di Mapolsek Asemrowo, SurabayaKomplotan bandit sadis diamankan di Mapolsek Asemrowo, Surabaya

Menurut Hari, komplotan ini teridentifikasi kerap beraksi di sejumlah titik jalan yang minim penerangan. Mulai dari kawasan Kalianak, Margomulyo, hingga Asemrowo. Targetnya adalah pemotor yang berboncengan.

"Komplotan ini sudah terorganisir dan sangat bahaya. Karena dalam beraksi tak segan-segan melukai korbannya. Apalagi pelaku yang masih pelajar SMP dan SMA ini, sangat berani tidak takut sama masyarakat maupun polisi kalau sudah beraksi," papar Hari.

Dalam pemeriksaan terungkap bahwa seluruh anggota komplotan ini kerap mengonsumsi sabu maupun minuman keras (miras) sebelum melancarkan aksinya. Ketika sudah setengah sadar, mereka menyasar para korban.

"Dalam melakukan aksinya, para pelaku ini sering melakukan kekerasan dan tak jarang korbannya sampai terluka. Saat kami dalami, ternyata mereka selalu pesta miras dan nyabu (mengisap sabu). Katanya agar berani," ungkap Hari.

Hari menambahkan, komplotan ini telah beraksi sekitar dua tahun. Untuk jumlah korbannya, para pelaku mengaku sampai lupa, tidak terhitung. Namun seingatnya, lebih dari 20 orang.

"Komplotan ini selain di Surabaya, juga beraksi di Sidoarjo dan Gresik. Korbannya sangat banyak. Bahkan baru-baru ini ada yang sampai masuk ke selokan sampai giginya patah semua. Sangat sadis mereka," beber dia.

Loading...

"Saat ini kasusnya masih akan kami dalami, kembangkan lagi, berkordinasi dengan Polresta Sidoarjo maupun Polres Gresik. Juga Polres Perak. Untuk mengetahui kemungkinan korban lainnya," pungkas Hari.

Dalam kasus ini, penyidik menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 4 motor, 4 handphone, sejumlah tas wanita, jam tangan, dompet, hingga kunci T dan L yang digunakan komplotan ini saat beraksi.

 

Loading...